Implementasi Perlakuan Terhadap Objek Pendidikan dalam Persfektif AL-Qur'an pada Pembelajaran Akuntansi di Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN SUSKA Riau
Abstract
Objek pendidikan dalam presfektif Al-qur’an merupakan hal yang penting perlu dikaji sebab selama ini peserta didik sebagai objek pendidikan di berlakukan hanya untuk menerima transfer ilmu tanpa adanya timbal balik dari peserta didik. Sehingga dalam proses pembelajaran peserta didik hanya menerima dan tanpa adanya pembenaran dari ilmu yang di peroleh terutama dari ilmu pengetahuan yang lain. Oleh karena itu seharusnya peserta didik bukan hanya di berlakukan sebagai objek tapi juga sebagai subjek pendidikan, hal ini sesuai dalam persfektif Al-quran dalam Surah Al-Baqarah ayat 30-31. Dalam ayat tersebut menjelaskan ada dua sosok peserta didik yang di perbincangkan yaitu malaikat dan Nabi Adam. Pendidiknya adalah Allah; Dia mengejar malaikat juga mengajar Adam. Malaikat diberi hak berbicara mengenai apa yang akan Allah lakukan yaitu penciptaan manusia sebagai khalifah di muka bumi. Dan Nabi Adam sebagai peserta didik tidak hanya menerima transfer ilmu, tanpa usaha, dari Allah. Tetapi, Allah memberikan daya kepadanya, berupa indra, akal dan atau qalbu, sehingga membuat Adam aktif dan memberoleh ilmu mengungguli malaikat; malaikat tidak menguasai ilmu yang di kuasai Adam. Tujuan dari pada penelitian ini adalah untuk melihat apakah adanya kesesuaian pandangan Al-qur’an mengenai objek pendidikan dalam hal ini mahasiswa sebagai peserta didik pada Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Suska Riau di jurusan pendidikan ekonomi pada pembelajaran akuntansi. Metode penelitian adalah menggunakan pendekatan kualitiatif deksripitif dengan jenis studi kasus. Informan dari penelitian ini adalah dosen pengampu matakuliah akuntansi dan mahasiswa jurusan pendidikan ekonomi melalui wawancara. Hasil dalam penelitian ini menunjukkan bahwa dosen akuntansi belum dapat menerapkan model pembelajaran yang sesuai dengan kurikulum KKNI dan integrasi keilmuan meskipun dalam rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) yang digunakan telah mencantumkan model pembelajaran yang sesuai dengan tuntutan kurikulum, namun masih menggunakan model pembelajaran konvensional dan belum terintegrasi dengan islam yaitu ceramah dan diskusi hal tersebut dibuktikan dengan peran dosen yang masih mendominasi di dalam kelas. Penyebab belum dapat menerapkan model pembelajaran yang sesuai kurikulum karena terdapat beberapa kendala yang dihadapi baik dari kesiapan siswa, pemahaman, kurangnya sarana dan prasarana, serta kurangnya pelatihan yang diterima oleh dosen sehingga hal tersebut menghambat penerapan model pembelajaran kurikulum KKNI dan Integrasi keilmuan berbasis islam.
Downloads
Copyright (c) 2026 M iqbal lubis

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.













