AL-HIKMAH (Jurnal Pendidikan dan Pendidikan Agama Islam) https://ejournal.uniks.ac.id/index.php/Alhikmah <p style="text-align: justify;">Journal AL-HIKMAH (Journal of Islamic Education) has p-ISSN 2685-4139 and e-ISSN 2656-4327 is a journal managed and published by the Islamic Education Study Program of the Faculty of &nbsp;Tarbiyah and Teacher Training, Kuantan Singingi Islamic University.&nbsp;Journal AL-HIKMAH&nbsp; publishes scientific manuscripts related to Islamic Education and Education periodically 2 times a year; January and July.</p> LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN MASYARAKAT (LPPM) UNIKS en-US AL-HIKMAH (Jurnal Pendidikan dan Pendidikan Agama Islam) 2685-4139 PERAN LINGKUNGAN BELAJAR DALAM MENINGKATKAN SEMANGAT BELAJAR SISWA DI MTs MATHOLI’UL FALAH KARANGREJO https://ejournal.uniks.ac.id/index.php/Alhikmah/article/view/5696 Penelitian ini kami kerjakan untuk meneliti bagaimana peran lingkungan belajar supaya menumbuhkan rasa semangat belajar murid di MTs Matholi’ul Falah Karangrejo. Penelitian ini kami lakukan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan melalui pengamatan, wawancara semi-terstruktur, ada juga pengambilan dokumentasi. Pihak yang dijadikan sumber data penelitian ini meliputi kepala madrasah, perwakilan guru, dan siswa yang dipilih. Data yang diterima dikaji ulang lagi menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaa, serta dipastikan lagi keasliannya dengan cara triangulasi sumber, serta teknik. Observasi memberikan hasil bahwa lingkungan belajar di madrasah ini memberikan pengaruh yang baik untuk semangat belajar siswa melalui tiga bagian utama. Pertama, bagian fisik berupa keadaan kelas yang tampak bersih, tertata, dan dilengkapi fasilitas yang memadai. Kedua, bagian sosial melalui interaksi guru-siswa yang aktif dan budaya belajar yang kolaboratif. Ketiga, bagian spiritual yang bersumber dari kedekatan madrasah dengan lingkungan pesantren serta pelaksanaan program keagamaan seperti tahfidz Al-Qur’an dan khitobah. Ketiga bagian ini secara sinergis membentuk ekosistem pendidikan yang mendorong tumbuhnya motivasi belajar siswa secara menyeluruh dan berkelanjutan. Nazilatul Rohmah Uswatun Khasanah Ahmad Danial Naila Alfi Muntafi’ah Moh In’ami Copyright (c) 2026 Nazilatul Rohmah, Uswatun Khasanah, Ahmad Danial, Naila Alfi Muntafi’ah; Moh In’ami https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2026-06-02 2026-06-02 8 2 151 163 10.36378/al-hikmah.v8i2.5696 IMPLEMENTASI TRANSFER BELAJAR DALAM MENINGKATKAN RETENSI BELAJAR SISWA DI MTS AZ-ZUBAIR PAMEKASAN https://ejournal.uniks.ac.id/index.php/Alhikmah/article/view/5681 <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi transfer belajar dalam meningkatkan retensi belajar siswa pada pembelajaran PAI di MTs Az-Zubair Pamekasan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek guru PAI dan siswa yang dipilih secara purposive. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara semi terstruktur, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman, sedangkan keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi transfer belajar dilakukan dengan mengaitkan materi lama dan baru, pembelajaran kontekstual, diskusi kelompok, tanya jawab reflektif, serta penggunaan media visual seperti mind mapping dan catatan berwarna. Strategi tersebut membantu siswa memahami materi secara lebih mendalam sehingga meningkatkan retensi belajar. Siswa lebih mudah mengingat, menjelaskan kembali, dan menerapkan materi dalam kehidupan sehari-hari. Faktor pendukung meliputi kompetensi guru, metode pembelajaran variatif, motivasi siswa, dan lingkungan belajar religius. Adapun faktor penghambatnya meliputi perbedaan kemampuan siswa, keterbatasan waktu, dominasi metode ceramah, dan rendahnya pemahaman awal sebagian siswa. Dengan demikian, transfer belajar terbukti efektif meningkatkan retensi belajar siswa pada pembelajaran PAI.</p> Nadiatus Saadah Awalul Rijal Emna Laisa Lusina Shafara Ismail Wahid Copyright (c) 2026 Nadiatus Saadah, Awalul Rijal, Emna Laisa, Lusina Shafara, Ismail Wahid https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2026-06-02 2026-06-02 8 2 163 182 10.36378/al-hikmah.v8i2.5681 IMPLEMENTASI MANAJEMEN PERUBAHAN DALAM MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN DI SEKOLAH https://ejournal.uniks.ac.id/index.php/Alhikmah/article/view/5678 <p>Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan makna, konsep, implementasi, dan strategi manajemen perubahan dalam proses pembelajaran di sekolah. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan studi literatur yang didukung observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen perubahan merupakan proses terencana untuk mengarahkan sekolah menuju kondisi yang lebih baik melalui perubahan pada aspek manusia, struktur, teknologi, dan budaya. Konsep manajemen perubahan mencakup tujuan, manfaat, serta tahapan unfreeze, change, dan refreeze yang diterapkan secara sistematis dalam lingkungan sekolah. Implementasinya dilakukan melalui perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, serta monitoring dan evaluasi dengan melibatkan seluruh warga sekolah, sedangkan keberhasilannya sangat dipengaruhi oleh kepemimpinan kepala sekolah, kesiapan guru, serta dukungan stakeholder. Selain itu, strategi kepemimpinan transformasional, komunikasi efektif, dan partisipasi aktif menjadi faktor penting dalam mendukung keberhasilan perubahan sehingga mampu meningkatkan kualitas pembelajaran secara efektif, efisien, dan berkelanjutan.</p> Siti Kusnul Fitriyah Sri Minarti Copyright (c) 2026 Siti Kusnul Fitriyah, Sri Minarti https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2026-06-02 2026-06-02 8 2 183 193 10.36378/al-hikmah.v8i2.5678 PERAN KETEPATAN PENJELASAN KURIKULUM DALAM PEMBELAJARAN PAI UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN PESERTA DIDIK DI SEKOLAH https://ejournal.uniks.ac.id/index.php/Alhikmah/article/view/5679 <p>Penelitian ini membahas pentingnya ketepatan guru dalam menjelaskan sistem kurikulum pada pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) untuk meningkatkan pemahaman peserta didik di sekolah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research). Data diperoleh melalui berbagai sumber literatur seperti buku, jurnal ilmiah, dan dokumen yang berkaitan dengan kurikulum serta pembelajaran PAI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketepatan penjelasan guru memiliki pengaruh besar terhadap keberhasilan proses pembelajaran. Pemahaman guru terhadap kurikulum, kompetensi pedagogik, serta dukungan lingkungan sekolah menjadi faktor yang mendukung efektivitas pembelajaran. Selain itu, terdapat beberapa kendala yang dihadapi pendidik, seperti perubahan kurikulum yang cepat, keterbatasan pemahaman teknologi, dan kurangnya pemahaman terhadap sistem kurikulum. Penjelasan yang tepat dapat membantu peserta didik memahami materi pembelajaran dengan lebih baik, baik dari aspek pengetahuan, sikap, maupun keterampilan. Dalam pembelajaran PAI, hal tersebut juga mendukung penerapan nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sehari-hari peserta didik.</p> Danisa Ardiyanti Sri Minarti Copyright (c) 2026 Danisa Ardiyanti, Sri Minarti https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2026-06-02 2026-06-02 8 2 194 204 10.36378/al-hikmah.v8i2.5679 IMPLEMENTASI KONSEP NIAT DAN ADAB MENURUT AZ-ZARNUJI DALAM MEMBENTUK KARAKTER PESERTA DIDIK DI SMP MA’ARIF 1 PAMEKASAN https://ejournal.uniks.ac.id/index.php/Alhikmah/article/view/5673 <p style="text-align: justify;">Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penerapan konsep niat dan adab berdasarkan pemikiran Imam Az-Zarnuji dalam membentuk karakter peserta didik di SMP Ma’arif 1 Pamekasan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep niat diterapkan melalui doa sebelum pembelajaran, pemberian motivasi, serta pengarahan guru tentang belajar sebagai bentuk ibadah. Sementara itu, konsep adab diterapkan melalui pembiasaan salam, penghormatan kepada guru, kedisiplinan, tanggung jawab, dan perilaku sopan santun. Penerapan kedua konsep tersebut memberikan dampak positif terhadap pembentukan karakter peserta didik, seperti meningkatnya disiplin, tanggung jawab, kesungguhan belajar, serta rasa hormat kepada guru dan teman. Faktor pendukung meliputi keteladanan guru, budaya religius sekolah, dan dukungan orang tua, sedangkan faktor penghambat meliputi pengaruh lingkungan pergaulan, penggunaan media digital yang kurang terkontrol, serta kurangnya konsistensi dalam menerapkan nilai-nilai adab. Dengan demikian, konsep pendidikan menurut Imam Az-Zarnuji menekankan tidak hanya pada pencapaian ilmu pengetahuan, tetapi juga pada pembinaan moral dan spiritual yang berlandaskan nilai-nilai Islam.</p> Dina Auliya Durrotun Baidok Emna Laisa Mauludatul Kamilah Muhammad Muslim Copyright (c) 2026 Dina Auliya, Durrotun Baidok, Emna Laisa, Mauludatul Kamilah, Muhammad Muslim https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2026-06-02 2026-06-02 8 2 205 221 10.36378/al-hikmah.v8i2.5673 ANALISIS EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN DALAM MEMAHAMI NAHWU PADA MATERI الشرط وأخرى مبنيّة https://ejournal.uniks.ac.id/index.php/Alhikmah/article/view/5689 <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas pembelajaran ilmu nahwu pada materi <strong>مبنيّة</strong> <strong>وأخرى</strong> <strong>الشرط</strong> dalam pembelajaran bahasa Arab. Materi ini dipilih karena sering dianggap sulit oleh peserta didik, khususnya dalam memahami الشرط أدوات, hubungan antara الشرط فعل dan الشرط جواب, serta konsep isim mabni yang tidak mengalami perubahan harakat dalam berbagai posisi kalimat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain <em>pre-experimental</em> melalui model <em>one group pretest-posttest design</em>. Sampel penelitian terdiri dari 30 mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Arab. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tes tertulis sebelum dan sesudah perlakuan (<em>pretest</em> dan <em>posttest</em>), observasi, serta angket respon peserta didik. Pembelajaran dilakukan menggunakan pendekatan kontekstual dan analisis kalimat yang dipadukan dengan diskusi kelompok dan latihan bertahap agar peserta didik lebih mudah memahami materi nahwu. Analisis data menggunakan uji hipotesis dan analisis N-Gain untuk mengetahui tingkat peningkatan hasil belajar peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta didik setelah diterapkan metode pembelajaran inovatif. Nilai rata-rata <em>pretest</em> sebesar 54,3 meningkat menjadi 78,6 pada <em>posttest</em> dengan nilai N-Gain sebesar 0,53 yang termasuk kategori sedang. Selain itu, peserta didik menunjukkan respon positif terhadap pembelajaran karena metode yang digunakan lebih interaktif, komunikatif, dan mudah dipahami. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pembelajaran nahwu berbasis kontekstual efektif meningkatkan pemahaman peserta didik terhadap materi <strong>مبنيّة</strong> <strong>وأخرى</strong> <strong>الشرط</strong> serta dapat membantu menciptakan suasana pembelajaran bahasa Arab yang lebih aktif dan menyenangkan.</p> Ikrima Tusyaddiyah Anwar Sidik Copyright (c) 2026 Ikrima Tusyaddiyah, Anwar Sidik https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2026-06-02 2026-06-02 8 2 222 237 10.36378/al-hikmah.v8i2.5689 PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN BERBASIS NILAI ISLAM SEBAGAI UPAYA PEMBENTUKAN KARAKTER RELIGIUS DAN NASIONAL https://ejournal.uniks.ac.id/index.php/Alhikmah/article/view/5575 <p>Penelitian ini membahas mengenai integrasi nilai-nilai Islam dalam pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) di lingkungan pondok pesantren sebagai upaya pembentukan karakter peserta didik. Pendidikan Kewarganegaraan memiliki peran penting dalam menanamkan nilai kebangsaan, demokrasi, toleransi, dan tanggung jawab sebagai warga negara. Namun, dalam menghadapi perkembangan zaman dan tantangan sosial di era globalisasi, pembelajaran PKn perlu dipadukan dengan nilai-nilai keagamaan agar peserta didik tidak hanya memiliki kecerdasan intelektual, tetapi juga moral dan spiritual yang kuat. Nilai-nilai Islam seperti kejujuran, tanggung jawab, keadilan, kerja sama, dan toleransi dianggap relevan untuk diintegrasikan dalam proses pembelajaran karena sejalan dengan nilai-nilai Pancasila dan kehidupan berbangsa di Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi untuk memperoleh gambaran secara mendalam mengenai penerapan nilai-nilai Islam dalam pembelajaran PKn di pesantren. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi pendidikan Islam dan Pendidikan Kewarganegaraan dapat membentuk peserta didik yang religius, disiplin, toleran, serta memiliki semangat kebangsaan yang tinggi. Selain itu, lingkungan pesantren juga berperan penting dalam membentuk karakter melalui pembiasaan hidup bersama, musyawarah, gotong royong, dan keteladanan para pendidik. Dengan demikian, integrasi nilai-nilai Islam dalam pembelajaran PKn dapat menjadi strategi yang efektif dalam membangun generasi muda yang berakhlak mulia, cinta tanah air, dan mampu menjaga persatuan di tengah keberagaman masyarakat Indonesia.</p> Ikrima Tusyaddiyah Syamzaimar Copyright (c) 2026 Ikrima Tusyaddiyah, Syamzaimar https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2026-06-02 2026-06-02 8 2 238 248 10.36378/al-hikmah.v8i2.5575 IMPLEMENTASI TEORI HUMANISTIK CARL ROGERS DALAM PEMBELAJARAN BERPUSAT PADA PESERTA DIDIK (STUDENT - CENTERED LEARNING) https://ejournal.uniks.ac.id/index.php/Alhikmah/article/view/5479 <p>The shift in the learning paradigm from teacher-centered learning to student-centered learning represents a response to the demands of modern education that emphasize the holistic development of students’ potential. Carl Rogers’ humanistic theory provides a strong philosophical and psychological foundation for student-centered learning through its emphasis on self-actualization, meaningful learning, and respect for individual uniqueness. This study aims to examine the implementation of Carl Rogers’ humanistic theory in student-centered learning, the role of educators in creating a supportive learning environment, its impact on learning processes and outcomes, and the challenges of its implementation in the Indonesian educational context. This research employs a literature review method with a descriptive qualitative approach by analyzing books, scholarly journals, and relevant educational policy documents. The findings indicate that student-centered learning aligns with Rogers’ principles, where educators act as facilitators who emphasize congruence, empathy, and unconditional positive regard. This approach positively influences students’ intrinsic motivation, higher-order thinking skills, and affective and social development. However, its implementation still faces challenges, including conservative educational paradigms, limited teacher competencies, exam-oriented evaluation systems, and resource constraints.</p> Dinda Salsabila Nur Farida Rizka Sari Copyright (c) 2026 Dinda Salsabila, Nur Farida, Rizka Sari https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2026-06-10 2026-06-10 8 2 249 259 10.36378/al-hikmah.v8i2.5479 IMPLEMENTASI PENDIDIKAN AGAMA BERBASIS MODERASI BERAGAMA DALAM MEMBENTUK KARAKTER SISWA DI ERA MULTIKULTURAL https://ejournal.uniks.ac.id/index.php/Alhikmah/article/view/5715 <p>Penelitian ini membahas implementasi pendidikan agama berbasis moderasi beragama dalam membentuk karakter siswa di era multikultural. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada meningkatnya tantangan sosial di tengah masyarakat yang beragam, seperti intoleransi, radikalisme, fanatisme berlebihan, serta pengaruh negatif media sosial yang dapat memengaruhi karakter generasi muda. Pendidikan agama berbasis moderasi beragama dipandang sebagai salah satu upaya untuk menanamkan sikap toleransi, keseimbangan, dan penghormatan terhadap perbedaan dalam kehidupan sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi moderasi beragama dalam pendidikan dapat dilakukan melalui proses pembelajaran, keteladanan guru, budaya sekolah, dan kegiatan sosial yang melibatkan seluruh peserta didik. Penerapan nilai moderasi beragama memberikan dampak terhadap pembentukan karakter siswa seperti sikap toleransi, disiplin, tanggung jawab, empati, dan kemampuan menghargai perbedaan. Selain itu, pendidikan agama berbasis moderasi beragama juga membantu siswa lebih bijak dalam menyikapi informasi di era digital dan mampu membangun hubungan sosial yang harmonis di lingkungan sekolah maupun masyarakat.</p> Awalul Rijal Siti Nur Khalifah Nisa’ul Karimah Muh. Akbar Mahdi Supriyanto Jailani Copyright (c) 2026 Awalul Rijal, Siti Nur Khalifah, Nisa’ul Karimah, Jailani, Moh. Akbar Mahdi Supriyanto https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2026-06-10 2026-06-10 8 2 260 277 10.36378/al-hikmah.v8i2.5715 IMPLEMENTASI ICE BREAKING BERBASIS PERMAINAN EDUKATIF MENINGKATKAN MOTIVASI INTRINSIK SISWA PAI DI SDN BANGKES 06 https://ejournal.uniks.ac.id/index.php/Alhikmah/article/view/5781 <p>Penelitian ini mengkaji penerapan ice breaking berbasis permainan edukatif dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI), dengan fokus pada perannya dalam meningkatkan motivasi belajar intrinsik siswa serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi pelaksanaannya di SDN Bangkes 06 Kabupaten Pamekasan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ice breaking berbasis permainan edukatif diterapkan pada awal maupun tengah pembelajaran melalui berbagai aktivitas seperti tebak ayat, sambung kata Islami, kuis kelompok, dan permainan konsentrasi. Penerapan tersebut mampu menciptakan suasana pembelajaran PAI yang lebih hidup, menarik, dan tidak membosankan. Selain itu, kegiatan ini terbukti membantu meningkatkan motivasi intrinsik siswa yang ditandai dengan meningkatnya perhatian terhadap guru, keaktifan dalam bertanya dan menjawab, rasa senang dalam mengikuti pembelajaran, serta tumbuhnya rasa ingin tahu terhadap materi PAI. Penelitian ini juga menemukan faktor pendukung berupa kreativitas guru, antusiasme siswa, dan suasana kelas yang kondusif. Sementara itu, hambatan yang dihadapi meliputi keterbatasan waktu, perbedaan karakteristik siswa, serta keterbatasan sarana pembelajaran. Secara keseluruhan, ice breaking berbasis permainan edukatif dinilai efektif dalam meningkatkan motivasi belajar intrinsik serta mendukung pembelajaran PAI yang lebih bermakna di tingkat sekolah dasar.</p> Lu’lu’atul Nafisah Faridlatul Jannah Emna Laisa M. Noval Bahtiyar Ach Zubairi Fauzi Copyright (c) 2026 Lu’lu’atul Nafisah, Faridlatul Jannah, Emna Laisa, M. Noval Bahtiyar, Ach Zubairi Fauzi https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2026-06-16 2026-06-16 8 2 278 291 10.36378/al-hikmah.v8i2.5781 INTEGRASI SPIRITUAL QUOTIENT DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER MAHASISWA: STUDI LAPANGAN PADA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (PAI), UIN MADURA https://ejournal.uniks.ac.id/index.php/Alhikmah/article/view/5768 <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji integrasi Spiritual Quotient (SQ) dalam pembentukan karakter mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) UIN Madura. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (<em>field research</em>). Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap mahasiswa PAI, kemudian dianalisis secara deskriptif-interpretatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa memaknai SQ tidak lagi sebatas kesalehan ritual, tetapi sebagai kesalehan akademik dan sosial yang tercermin dalam sikap jujur, tanggung jawab, disiplin, kesabaran, dan penghargaan terhadap sesama. Internalisasi SQ berlangsung melalui budaya religius kampus, seperti pembiasaan doa, pembacaan Al-Qur’an, dan sholawat sebelum perkuliahan, serta melalui <em>hidden curriculum</em> berupa keteladanan dosen, sistem penugasan, dan penguatan kejujuran akademik. Temuan penting penelitian ini menunjukkan adanya ketegangan antara idealitas spiritual dan tuntutan akademik. Meskipun sebagian besar mahasiswa berhasil menginternalisasi nilai-nilai SQ dalam kehidupan kampus sebagian lainnya mengalami kesulitan menjaga konsistensi spiritual akibat tekanan tugas, keterbatasan waktu, dan tuntutan akademik yang tinggi. Pengembangan SQ perlu diarahkan pada penguatan program mentoring spiritual, pendampingan psikologis-spiritual, serta pembelajaran yang lebih humanis dan reflektif agar pembentukan karakter mahasiswa dapat berlangsung secara optimal dan berkelanjutan.</p> MUH. Akbar Mahdi Supriyanto Emna Laisa Melliyatin Arafah Sahrul Gunawan Zhakyatur Rahman Copyright (c) 2026 Muh. Akbar Mahdi Supriyanto, Emna Laisa, Melliyatin Arafah, Sahrul Gunawan, Zhakyatur Rahman https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2026-06-17 2026-06-17 8 2 292 306 10.36378/al-hikmah.v8i2.5768 PEMANFAATAN MEDIA ANIMASI DIGITAL ISLAMI TERHADAP PEMBENTUKAN KARAKTER SISWA DALAM MATA PELAJARAN AQIDAH AKHLAK DI SDN PANGLEGUR 02 https://ejournal.uniks.ac.id/index.php/Alhikmah/article/view/5800 <p>Penelitian ini bertujuan menganalisis pemanfaatan media animasi digital Islami dalam pembentukan karakter siswa pada mata pelajaran Aqidah Akhlak di SDN Panglegur 02. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif untuk menggambarkan implementasi media animasi digital Islami serta dampaknya terhadap karakter peserta didik. Data dikumpulkan melalui observasi terhadap proses pembelajaran. Fokus penelitian meliputi implementasi media, pengaruhnya terhadap pembentukan karakter siswa, serta faktor pendukung dan penghambat penerapannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media animasi digital Islami mampu meningkatkan efektivitas pembelajaran dengan menyajikan materi secara lebih menarik, interaktif, dan mudah dipahami. Penggunaan media ini juga berkontribusi positif terhadap pengembangan karakter siswa, seperti kedisiplinan, tanggung jawab, kejujuran, kesopanan, dan sikap hormat kepada guru maupun orang tua. Keberhasilan penerapan media didukung oleh kompetensi guru, antusiasme siswa, ketersediaan fasilitas, dan lingkungan sekolah yang kondusif. Adapun kendala yang ditemukan meliputi keterbatasan sarana teknologi, hambatan teknis, perbedaan kemampuan siswa, serta kurang optimalnya dukungan keluarga. Dengan demikian, media animasi digital Islami berpotensi menjadi alternatif efektif dalam penguatan pendidikan karakter di sekolah dasar</p> Devira Dwi Azhari Lu’lu’atul Nafisah Ayyanatul Izza Abd. Mukhid Copyright (c) 2026 Devira Dwi Azhari, Lu’lu’atul Nafisah, Ayyanatul Izza, Abd. Mukhid https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2026-06-24 2026-06-24 8 2 307 322 10.36378/al-hikmah.v8i2.5800 IMPLEMENTASI TEORI BELAJAR KOGNITIF DALAM MENINGKATKAN PEMAHAMAN SISWA DI MAN 2 PAMEKASAN https://ejournal.uniks.ac.id/index.php/Alhikmah/article/view/5823 <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penerapan teori belajar kognitif dalam proses pembelajaran, mengetahui pengaruhnya terhadap pemahaman siswa, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mendukung dan menghambat pelaksanaannya di MAN 2 Pamekasan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (field research). Data diperoleh melalui teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan teori belajar kognitif dilakukan dengan mengaktifkan pengetahuan awal siswa, menghubungkan materi baru dengan pengalaman yang telah dimiliki, serta menerapkan metode diskusi, tanya jawab, dan pemecahan masalah. Penerapan tersebut berkontribusi terhadap peningkatan pemahaman siswa yang ditandai dengan kemampuan menjelaskan kembali materi, mengaitkan konsep dengan pengalaman sebelumnya, berpikir lebih kritis, dan berpartisipasi aktif dalam kegiatan pembelajaran. Faktor pendukung meliputi kompetensi guru, kesiapan siswa, ketersediaan media pembelajaran, lingkungan belajar yang kondusif, dan dukungan sekolah. Adapun faktor penghambat meliputi perbedaan kemampuan kognitif siswa, keterbatasan waktu pembelajaran, kebiasaan belajar yang masih berorientasi pada hafalan, serta rendahnya partisipasi sebagian siswa.</p> Emna Laisa Nasywa Athaya Darmawan Rusmiyati Copyright (c) 2026 Emna Laisa, Nasywa Athaya Darmawan, Rusmiyati https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2026-06-27 2026-06-27 8 2 323 331 10.36378/al-hikmah.v8i2.5823 Pengertian dan Macam-Macam Sumber Belajar dalam Pembelajaran Pen-didikan Agama Islam (PAI) https://ejournal.uniks.ac.id/index.php/Alhikmah/article/view/5889 <p>Sumber belajar merupakan salah satu komponen penting yang mendukung keberhasilan proses pembelajaran, termasuk dalam Pendidikan Agama Islam (PAI). Keberadaan sumber belajar tidak hanya berfungsi sebagai sarana penyampaian materi, tetapi juga membantu peserta didik memperoleh pengalaman belajar yang lebih bermakna. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji konsep sumber belajar, jenis-jenis sumber belajar, serta pemanfaatannya dalam pembelajaran PAI. Metode yang digunakan dalam penulisan artikel ini adalah studi kepustakaan dengan menelaah berbagai buku, jurnal, dan sumber ilmiah yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa sumber belajar mencakup segala sesuatu yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan belajar, baik berupa manusia, lingkungan, bahan ajar, media, maupun teknologi pembelajaran. Dalam konteks PAI, sumber belajar dapat berupa Al-Qur’an, Hadis, buku pelajaran, guru, lingkungan sosial, serta media digital yang mendukung pemahaman nilai-nilai keislaman. Pemanfaatan sumber belajar yang beragam dapat meningkatkan efektivitas pembelajaran, memperluas wawasan peserta didik, serta mendorong keterlibatan mereka secara aktif dalam proses belajar. Oleh karena itu, pendidik perlu memilih dan memanfaatkan sumber belajar secara tepat agar tujuan pembelajaran PAI dapat tercapai secara optimal.</p> Nasywa Athaya Darmawan Sahrul Gunawan Rusmiyati Ach.Farhan Maulidy Copyright (c) 2026 Nasywa Athaya Darmawan, Sahrul Gunawan, Rusmiyati, Ach.Farhan Maulidy https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2026-07-26 2026-07-26 8 2 332 344 10.36378/al-hikmah.v8i2.5889 Implementasi Konsep Etika Belajar Imam Al-Zarnuji dalm Pembentukan Sikap Belajar Siswa di SDN Panempan II Kabupaten Pamekasan https://ejournal.uniks.ac.id/index.php/Alhikmah/article/view/5892 <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi konsep etika belajar Imam Al-Zarnuji dalam pembentukan sikap belajar siswa di SDN Panempan II Pamekasan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (field research). Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan melibatkan kepala sekolah, guru, dan siswa sebagai subjek penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi etika belajar dilakukan melalui pembiasaan religius dan pembentukan adab dalam proses pembelajaran, seperti membaca doa sebelum belajar, membaca surat-surat pendek Al-Qur’an, menjaga sopan santun kepada guru, mendengarkan penjelasan guru dengan tertib, serta membiasakan sikap disiplin dalam kegiatan belajar. Penerapan etika belajar tersebut berpengaruh terhadap pembentukan sikap belajar siswa yang meliputi disiplin belajar, fokus belajar, ketertiban di kelas, tanggung jawab, dan sikap penghormatan kepada guru. Perubahan perilaku siswa dipengaruhi oleh pembiasaan yang dilakukan secara konsisten, keteladanan guru, dan budaya sekolah yang mendukung pembentukan adab siswa. Faktor pendukung implementasi etika belajar meliputi pembiasaan rutin, keteladanan guru, dan budaya sekolah, sedangkan faktor penghambatnya meliputi pengaruh lingkungan luar sekolah, penggunaan media digital, pengaruh teman sebaya, dan kurangnya pengawasan orang tua. Penelitian ini menunjukkan bahwa konsep etika belajar Imam Al-Zarnuji masih relevan diterapkan dalam pendidikan dasar modern sebagai upaya membentuk karakter dan sikap belajar siswa melalui nilai-nilai adab dan pembiasaan dalam proses pembelajaran.</p> Alfiyatul Jannnah Jamilia Aini Ahmad Uwais Nawaf Barkhiya Nurul Hadi Emna Laisa Copyright (c) 2026 Alfiyatul Jannnah, Jamilia Aini, Ahmad Uwais Nawaf Barkhiya, Nurul Hadi, Emna Laisa https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2026-07-26 2026-07-26 8 2 345 364 10.36378/al-hikmah.v8i2.5892 Kecerdasan Dan Potensi Peserta Didik https://ejournal.uniks.ac.id/index.php/Alhikmah/article/view/4545 <p>Artikel ini membahas pengertian dan jenis-jenis kecerdasan dalam psikologi pendidikan. Dengan menyoroti teori kecerdasan majemuk Howard Gardner, artikel ini menekankan pentingnya memahami ragam kecerdasan untuk mengoptimalkan potensi peserta didik. Pemahaman ini diharapkan dapat membantu pendidik dalam merancang strategi pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan siswa</p> Moh Rahmanto Copyright (c) 2026 Moh Rahmanto https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2026-07-01 2026-07-01 8 2 365 371 10.36378/al-hikmah.v8i2.4545 Perbandingan Sistem Pendidikan, Problematika Dan Kebijakan Negara Finlandia Dan Saudi Arabia https://ejournal.uniks.ac.id/index.php/Alhikmah/article/view/4720 <p>Setiap negara memiliki pendekatan yang unik dalam merancang dan mengimplementasikan sistem pendidikannya. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan sistem, problematika, dan kebijakan pendidikan di Finlandia dan Arab Saudi. Metode yang digunakan adalah studi literatur terhadap berbagai sumber makalah dan jurnal yang relevan. Hasil menunjukkan bahwa Finlandia memiliki sistem pendidikan yang berbasis kesetaraan dan pembelajaran aktif, sementara Arab Saudi menerapkan sistem berbasis nilai-nilai Islam dengan pemisahan gender. Masing-masing sistem menghadapi tantangan internal, seperti penurunan motivasi belajar di Finlandia dan kebutuhan reformasi kurikulum di Arab Saudi. Dari segi kebijakan, Finlandia menonjol dalam pemberdayaan guru dan otonomi sekolah, sementara Arab Saudi berfokus pada transformasi pendidikan melalui Visi 2030. Kajian ini memberikan wawasan penting bagi negara berkembang untuk mengadopsi praktik terbaik sesuai konteks lokalnya.</p> <p>&nbsp;</p> <p>Each country has a unique approach to designing and implementing its education system. This study aims to compare the educational systems, problems, and policies in Finland and Saudi Arabia. The method used is a literature review of various relevant papers and journals. The results show that Finland has an education system based on equality and active learning, while Saudi Arabia implements a system based on Islamic values with gender segregation. Each system faces internal challenges, such as declining learning motivation in Finland and the need for curriculum reform in Saudi Arabia. In terms of policy, Finland stands out in teacher empowerment and school autonomy, while Saudi Arabia focuses on educational transformation through Vision 2030. This study provides important insights for developing countries to adopt best practices according to their local contexts.</p> Desta Olivia Fitri Shinta Anjariani Sella Freselia Elsa Putria Ningsih Vista Indah Purnama Pidora Andreans S Rosa Murwindra Copyright (c) 2026 Desta Olivia Fitri, Shinta Anjariani, Sella Freselia, Elsa Putria Ningsih, Vista Indah Purnama, Pidora Andreans S, Rosa Murwindra https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2026-07-01 2026-07-01 8 2 372 380 10.36378/al-hikmah.v8i2.4720 Perbandingan Sistem Pendidikan, Problematika, Dan Kebijakan Pendidikan Di Negara Malaysia Dan China https://ejournal.uniks.ac.id/index.php/Alhikmah/article/view/4721 <p>Pendidikan merupakan pilar utama dalam pembangunan bangsa karena melalui pendidikan, suatu negara dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusianya. China dan Malaysia sebagai dua negara Asia dengan perkembangan signifikan memiliki pendekatan berbeda dalam penyelenggaraan pendidikan. Studi ini bertujuan untuk membandingkan sistem pendidikan, mengidentifikasi tantangan yang dihadapi, serta menganalisis kebijakan pendidikan yang diterapkan di kedua negara. Pendekatan yang digunakan dalam kajian ini adalah literature review terhadap dua makalah akademik dan sejumlah sumber ilmiah yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa China memiliki sistem pendidikan yang sangat terstruktur dan berorientasi pada hasil ujian, sementara Malaysia menekankan integrasi nilai kebangsaan dan fleksibilitas kurikulum. Keduanya sama-sama menghadapi tantangan dalam pemerataan akses pendidikan dan tekanan akademik, namun pemerintah masing-masing negara telah melakukan reformasi kebijakan untuk mengatasinya. Perbandingan ini memberikan pemahaman yang komprehensif tentang bagaimana sistem pendidikan dapat dibentuk dan disesuaikan dengan kebutuhan nasional dan tantangan global.</p> <p>Education is a key pillar in national development because it enables a country to improve the quality of its human resources. China and Malaysia, two Asian countries with significant development, have distinct approaches to education delivery. This study aims to compare education systems, identify challenges, and analyze educational policies implemented in both countries. The approach used in this study is a literature review of two academic papers and a number of relevant scientific sources. The results show that China has a highly structured and exam-driven education system, while Malaysia emphasizes the integration of national values and curriculum flexibility. Both face challenges in equal access to education and academic pressure, but each country's government has implemented policy reforms to address these challenges. This comparison provides a comprehensive understanding of how education systems can be shaped and adapted to national needs and global challenges.</p> <p>&nbsp;</p> Elvina Afriadni Pitriang Mesi Sepriani Rangga Aprilian Iksandi Alfadila Diwa Juniansyah Rosa Murwindra Copyright (c) 2026 Elvina Afriadni, Pitriang, Mesi Sepriani, Rangga Aprilian, Iksandi Alfadila, Diwa Juniansyah, Rosa Murwindra https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2026-07-01 2026-07-01 8 2 381 387 10.36378/al-hikmah.v8i2.4721 Pelanggaran Etika Dalam Pengembangan Profesi Guru Dan Dampaknya Terhadap Profesionalisme Guru https://ejournal.uniks.ac.id/index.php/Alhikmah/article/view/5759 <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk-bentuk pelanggaran etika dalam pengembangan profesi guru, mengidentifikasi faktor-faktor penyebabnya, serta mengkaji dampaknya terhadap profesionalisme guru dan kualitas pendidikan. Penelitian menggunakan metode studi literatur (literature review) dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Data diperoleh melalui penelaahan berbagai sumber ilmiah berupa buku, jurnal, peraturan perundang-undangan, dan dokumen resmi yang relevan dengan etika profesi guru. Data dianalisis menggunakan teknik analisis isi (content analysis) untuk mengidentifikasi dan menginterpretasikan berbagai temuan yang berkaitan dengan pelanggaran etika dalam pengembangan profesi guru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk pelanggaran etika yang sering terjadi meliputi plagiarisme dalam karya ilmiah, manipulasi data penelitian, penyalahgunaan sertifikat pelatihan, serta pelaksanaan kegiatan pengembangan profesi yang hanya berorientasi pada pemenuhan persyaratan administratif. Faktor penyebab utama meliputi tingginya tuntutan administratif, rendahnya pemahaman mengenai etika profesi dan integritas akademik, kurangnya pengawasan, serta budaya kerja yang lebih berorientasi pada hasil daripada proses. Pelanggaran tersebut berdampak negatif terhadap peningkatan kompetensi guru, kualitas pembelajaran, citra profesi guru, dan mutu pendidikan secara keseluruhan. Oleh karena itu, diperlukan penguatan kode etik profesi, integritas akademik, dan sistem pengawasan untuk mendukung pengembangan profesi guru yang berkelanjutan dan berintegritas.</p> <p>This study aims to analyze the forms of ethical violations in teacher professional development, identify the factors causing such violations, and examine their impact on teacher professionalism and educational quality. The study employed a literature review method using a qualitative descriptive approach. Data were collected from various scientific sources, including books, journal articles, government regulations, and official documents related to teacher professional ethics. The collected data were analyzed using content analysis techniques to identify, classify, and interpret findings concerning ethical violations in teacher professional development. The results indicate that the most common forms of ethical violations include plagiarism in scientific writing, manipulation of research data, misuse of training certificates, and participation in professional development activities solely for administrative purposes. The main contributing factors are excessive administrative demands, limited understanding of professional ethics and academic integrity, inadequate supervision, and a work culture that prioritizes outcomes over learning processes. These violations negatively affect teachers’ competency development, the quality of classroom instruction, public trust in the teaching profession, and the overall quality of education. Therefore, strengthening professional ethical standards, academic integrity, and monitoring systems is essential to support sustainable and integrity-based teacher professional development.</p> Naylil Muna As Shofa Zulaikhah Copyright (c) 2026 Naylil Muna As Shofa, Zulaikhah https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2026-07-02 2026-07-02 8 2 388 394 10.36378/al-hikmah.v8i2.5759 Profesionalisme Guru: Tinjauan terhadap Kompetensi Mengajar dan Kode Etik Keguruan https://ejournal.uniks.ac.id/index.php/Alhikmah/article/view/5857 <p>Profesionalisme guru merupakan salah satu faktor penentu utama kualitas pendidikan nasional. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep profesionalisme guru, meninjau kompetensi mengajar yang harus dimiliki oleh guru profesional, serta menganalisis peran kode etik keguruan dalam membentuk dan mempertahankan profesionalisme guru. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode kepustakaan (library research). Data dikumpulkan melalui studi dokumentasi terhadap peraturan perundang-undangan, buku-buku, dan artikel jurnal yang relevan, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis isi (content analysis). Hasil kajian menunjukkan bahwa guru profesional wajib memiliki empat kompetensi dasar sebagaimana diamanatkan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005, yaitu kompetensi pedagogik, kepribadian, sosial, dan profesional. Keempat kompetensi tersebut merupakan satu kesatuan yang saling melengkapi dan tidak dapat dipisahkan satu sama lain. Selain kompetensi, kode etik keguruan memegang peranan penting sebagai panduan moral dan perilaku profesional guru. Implementasi kode etik yang konsisten akan memperkuat integritas dan martabat profesi guru. Upaya peningkatan profesionalisme guru memerlukan sinergi antara pemerintah, institusi pendidikan, organisasi profesi, dan guru itu sendiri melalui program pengembangan profesional berkelanjutan yang komprehensif. Simpulan kajian ini menegaskan bahwa penguatan profesionalisme guru harus dilakukan secara holistik, mencakup aspek kompetensi teknis sekaligus pembentukan karakter dan internalisasi nilai-nilai etika profesi.</p> Marwiyah Pohan Nur Ismi Imang Tahara Cantika Fitra wahyuni4 Copyright (c) 2026 Marwiyah Pohan, Nur Ismi Imang, Tahara Cantika, Fitra wahyuni4 https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2026-09-10 2026-09-10 8 2 395 401 10.36378/al-hikmah.v8i2.5857 Kinerja Guru dalam Perspektif Profesionalisme Pendidikan: Sebuah Kajian Literatur https://ejournal.uniks.ac.id/index.php/Alhikmah/article/view/5913 <p class="p1" style="text-align: justify;"><span lang="IN" style="font-family: 'Book Antiqua',serif;">Kinerja guru merupakan salah satu faktor utama yang menentukan keberhasilan penyelenggaraan pendidikan. Guru yang memiliki profesionalisme tinggi akan mampu melaksanakan tugasnya secara efektif, mulai dari perencanaan pembelajaran, pelaksanaan proses belajar mengajar, hingga evaluasi hasil belajar peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja guru dalam perspektif profesionalisme pendidikan melalui pendekatan kajian literatur. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kepustakaan (literature review) dengan menganalisis berbagai sumber ilmiah berupa buku, jurnal nasional terakreditasi, jurnal internasional, serta peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan profesionalisme dan kinerja guru. Analisis dilakukan melalui proses identifikasi, reduksi, klasifikasi, dan sintesis berbagai hasil penelitian yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa profesionalisme guru memiliki hubungan yang signifikan terhadap peningkatan kinerja guru. Profesionalisme tercermin dari penguasaan kompetensi pedagogik, profesional, sosial, dan kepribadian yang mendukung pelaksanaan pembelajaran secara efektif. Selain itu, faktor kepemimpinan kepala sekolah, motivasi kerja, budaya organisasi sekolah, pelatihan profesional, dan kesejahteraan guru turut memengaruhi tingkat kinerja guru. Oleh karena itu, peningkatan profesionalisme guru perlu dilakukan secara berkelanjutan melalui pendidikan, pelatihan, pengembangan kompetensi, dan supervisi akademik agar mutu pendidikan dapat meningkat secara optimal.</span></p> Raihani Rahma Syani Rahmi Rahmadani Copyright (c) 2026 Raihani Rahma Syani, Rahmi Rahmadani https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2026-07-02 2026-07-02 8 2 402 409 10.36378/al-hikmah.v8i2.5913 Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Bagi Siswa Berkebutuhan Khusus (Studi Analisis Pada Siswa SLB Negeri Teluk Kuantan https://ejournal.uniks.ac.id/index.php/Alhikmah/article/view/5932 <p>Islamic Religious Education (PAI) teaching for students with special needs (ABK) requires an approach tailored to the type and level of each student's needs. Common learning methods include lectures, question-and-answer sessions, demonstrations, practical exercises, and assignments, but these need to be modified and simplified to suit the abilities of students with special needs. Creating a supportive learning environment, using appropriate media, and providing emotional support are crucial</p> Alhairi Alhairi Andrizal Bustanur Copyright (c) 2026 Alhairi Alhairi, Andrizal, Bustanur https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2026-07-02 2026-07-02 8 2 410 414 10.36378/al-hikmah.v8i2.5932 Peran Pendidikan Profesi Guru (PPG) dalam Membentuk Guru yang Profesional, Beretika, dan Berintegritas. https://ejournal.uniks.ac.id/index.php/Alhikmah/article/view/5934 <p><sub>Pendidikan Profesi Guru (PPG) merupakan program strategis yang diselenggarakan untuk mempersiapkan dan meningkatkan kualitas guru agar memiliki kompetensi profesional, menjunjung tinggi etika profesi, serta berintegritas dalam menjalankan tugas sebagai pendidik. Keberadaan PPG menjadi bagian penting dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan nasional karena guru merupakan faktor utama yang menentukan keberhasilan proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Pendidikan Profesi Guru (PPG) dalam membentuk guru yang profesional, beretika, dan berintegritas, serta mengidentifikasi tantangan dan strategi optimalisasi pelaksanaannya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research) melalui analisis berbagai jurnal ilmiah, buku, dan dokumen kebijakan yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa program PPG berkontribusi terhadap penguatan kompetensi pedagogik, profesional, sosial, dan kepribadian guru, sekaligus menanamkan nilai-nilai etika profesi, tanggung jawab, dan integritas dalam praktik pendidikan. Selain itu, pengalaman praktik lapangan selama PPG membantu calon guru menghubungkan teori dengan praktik pembelajaran di sekolah. Meskipun demikian, pelaksanaan PPG masih menghadapi berbagai tantangan, seperti pemerataan akses, kesiapan teknologi, kualitas pendampingan, dan efektivitas implementasi kurikulum. Oleh karena itu, diperlukan penguatan kebijakan, peningkatan kualitas penyelenggaraan, serta evaluasi berkelanjutan agar PPG mampu menghasilkan guru yang profesional, berkarakter, dan adaptif terhadap perkembangan pendidikan pada era transformasi digital.</sub></p> Hajratul Azzahra Jihan Fadhillah Faizal Lala Fransiska Copyright (c) 2026 Hajratul Azzahra, Jihan Fadhillah Faizal , Lala Fransiska https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2026-07-03 2026-07-03 8 2 415 424 10.36378/al-hikmah.v8i2.5934 Konsep dan Mekanisme Teknis Penerapan Pemebelajaran Scientific dan Active Learning https://ejournal.uniks.ac.id/index.php/Alhikmah/article/view/4543 <p>Pembelajaran Scientific dan Active Learning merupakan dua pendekatan yang berorientasi pada keaktifan siswa dalam membangun pemahaman secara mandiri dan bermakna. Pendekatan Scientific menekankan pada tahapan berpikir ilmiah seperti mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, mencoba, menganalisis, dan mengomunikasikan hasil, yang bertujuan untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan sistematis. Sementara itu, pendekatan Active Learning menekankan pada keterlibatan fisik dan mental siswa melalui aktivitas yang kontekstual, kolaboratif, dan menyenangkan. Kedua pendekatan ini memerlukan peran aktif guru sebagai fasilitator untuk menciptakan proses belajar yang efektif. Dengan penerapan yang tepat, keduanya mampu meningkatkan pemahaman materi, motivasi belajar, serta membentuk karakter dan keterampilan abad 21 pada peserta didik.</p> Hanum Hersa Rani Copyright (c) 2026 Hanum Hersa Rani https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2026-07-03 2026-07-03 8 2 425 436 10.36378/al-hikmah.v8i2.4543 Pengaruh Pemahaman Q.S. Al-Maidah terhadap sikap Anti Kekerasan Siswa pada Mata Pelajaran PAIBP Kelas XI SMAN I Cimalaka https://ejournal.uniks.ac.id/index.php/Alhikmah/article/view/6166 <p>Kekerasan di lingkungan sekolah, seperti <em>bullying </em>menunjukkan pentingnya internalisasi nilai-nilai Al-Qur’an dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti (PAIBP), khususnya nilai kesakralan nyawa dan sikap anti kekerasan dalam Q.S. Al-Maidah ayat 32. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh pemahaman Q.S. Al-Maidah ayat 32 terhadap sikap anti kekerasan siswa kelas XI pada mata pelajaran PAIBP di SMA Negeri 1 Cimalaka. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian asosiatif kausal. Data dikumpulkan melalui angket skala Likert dan dianalisis menggunakan statistik deskriptif, regresi linear sederhana, korelasi Pearson, koefisien determinasi, serta uji-t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman siswa terhadap Q.S. Al-Maidah ayat 32 berada pada kategori baik dengan persentase rata-rata 74%, sedangkan sikap anti kekerasan berada pada kategori baik dengan persentase rata-rata 75%. Terdapat hubungan positif dan signifikan dengan koefisien korelasi Pearson sebesar 0,639 yang berkategori kuat. Koefisien determinasi sebesar 0,408 menunjukkan bahwa pemahaman Q.S. Al-Maidah ayat 32 memberikan kontribusi sebesar 40,8% terhadap sikap anti kekerasan, sedangkan 59,2% dipengaruhi faktor lain. Temuan ini menegaskan pentingnya pembelajaran PAIBP yang mengintegrasikan pemahaman dan internalisasi nilai Al-Qur’an untuk memperkuat sikap anti kekerasan dan mendukung terciptanya lingkungan sekolah yang aman.</p> Shafa Rizky Sephia Ela Hodijah Lili Sadeli Copyright (c) 2026 Shafa Rizky Sephia, Ela Hodijah, Lili Sadeli https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2026-07-28 2026-07-28 8 2 437 447 10.36378/al-hikmah.v8i2.6166 METODE PEMBIASAAN(HUBATITATION) DALAM MENGINTENALISASIKAN NILAI ISLAMI PADA MATA PELAJARAN AL QURAN HADIST https://ejournal.uniks.ac.id/index.php/Alhikmah/article/view/6042 <p>&nbsp;</p> <p>Metode pembiasaan (habituation) merupakan salah satu metode yang efektif dalam menginternalisasikan nilai-nilai Islami pada mata pelajaran Al-Qur'an Hadits. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji konsep metode pembiasaan, proses internalisasi nilai-nilai Islami, implementasinya dalam pembelajaran Al-Qur'an Hadits, serta faktor-faktor yang memengaruhi keberhasilannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research). Data diperoleh melalui studi dokumentasi terhadap berbagai buku, artikel jurnal ilmiah, dan sumber pustaka lain yang relevan, kemudian dianalisis menggunakan teknik content analysis. Hasil kajian menunjukkan bahwa metode pembiasaan mampu menginternalisasikan nilai-nilai Islami melalui tiga tahapan, yaitu transformasi nilai, transaksi nilai, dan transinternalisasi nilai. Implementasi metode pembiasaan dilakukan melalui berbagai aktivitas religius, seperti membaca Al-Qur'an, berdoa, menghafal ayat dan hadis, salat berjamaah, serta pembiasaan sikap jujur, disiplin, tanggung jawab, dan peduli terhadap sesama. Keberhasilan metode pembiasaan dipengaruhi oleh keteladanan guru, budaya sekolah yang religius, dukungan keluarga, dan konsistensi pelaksanaannya. Dengan demikian, metode pembiasaan dapat menjadi alternatif yang efektif dalam membentuk karakter Islami peserta didik melalui pembelajaran Al-Qur'an Hadits.</p> Nazwa Aurelia Putri Nur Azizah Mardia Copyright (c) 2026 Nazwa Aurelia Putri, Nur Azizah Mardia https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2026-09-18 2026-09-18 8 2 338 458 10.36378/al-hikmah.v8i2.6042 Universitas Al-Azhar: Sejarah, Perkembangan Sistem Pendidikan, dan Kontribusinya terhadap Pendidikan Islam Dunia https://ejournal.uniks.ac.id/index.php/Alhikmah/article/view/5967 <p>Penelitian ini membahas sejarah, perkembangan sistem pendidikan, serta kontribusi Universitas Al-Azhar terhadap pendidikan Islam dunia. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan historis dan studi kepustakaan. Data diperoleh dari buku, jurnal, dokumen, dan sumber ilmiah relevan, kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Al-Azhar bermula sebagai masjid pada masa Dinasti Fatimiyah dan berkembangs menjadi pusat pendidikan Islam Sunni yang berpengaruh. Sistem pendidikannya mengalami perubahan dari pembelajaran halaqah dan kitab klasik menuju sistem universitas modern yang memadukan ilmu agama dan ilmu umum. Al-Azhar juga berkontribusi dalam menjaga tradisi keilmuan Islam, menyebarkan pemikiran Islam moderat, membangun jaringan ulama internasional, serta memengaruhi perkembangan pendidikan Islam di berbagai negara, termasuk Indonesia. Dengan demikian, Al-Azhar tetap relevan sebagai pusat keilmuan Islam yang mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman.</p> Andi Munifah Copyright (c) 2026 Andi Munifah https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2026-09-18 2026-09-18 8 2 459 469 10.36378/al-hikmah.v8i2.5967 Kebutuhan Manusia Terhadap Agama (Perspektif Islam dan Relevansinya di Era Modern) https://ejournal.uniks.ac.id/index.php/Alhikmah/article/view/5966 <p>Agama menempati posisi penting dalam kehidupan manusia karena tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan spiritual, tetapi juga berperan sebagai pedoman dalam membentuk moral, kepribadian, dan kehidupan sosial. Di tengah perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan arus globalisasi, muncul berbagai persoalan seperti krisis moral, individualisme, serta kecenderungan sekularisasi yang menunjukkan bahwa kemajuan material belum mampu memenuhi kebutuhan batin manusia secara utuh. Penelitian ini bertujuan menganalisis kebutuhan manusia terhadap agama dalam perspektif Islam serta menjelaskan relevansinya di era modern. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research), melalui pengumpulan data dari buku, artikel ilmiah, dan berbagai literatur yang relevan, kemudian dianalisis menggunakan teknik content analysis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebutuhan manusia terhadap agama merupakan bagian dari fitrah yang melekat sejak manusia diciptakan. Agama tidak hanya berfungsi sebagai pedoman hidup, tetapi juga memenuhi kebutuhan psikologis, membentuk karakter, memperkuat kehidupan sosial, serta memberikan arah dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan modern. Dengan demikian, agama tetap memiliki relevansi yang fundamental sebagai sumber nilai, etika, dan pedoman hidup yang tidak dapat digantikan oleh kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi.</p> Muhammad Kamil Syafi’i Kamil Copyright (c) 2026 Muhammad Kamil Syafi’i Kamil https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2026-09-18 2026-09-18 8 2 470 480 10.36378/al-hikmah.v8i2.5966 Profesionalisme Guru dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan: Kajian Komprehensif atas Kompetensi, Etika Profesi, dan Tantangan Era Digital https://ejournal.uniks.ac.id/index.php/Alhikmah/article/view/5887 <p><strong>Abstrak: </strong>Profesionalisme guru merupakan salah satu faktor penentu utama dalam meningkatkan mutu pendidikan. Namun, kajian komprehensif yang mengintegrasikan konsep kompetensi, etika profesi, faktor-faktor penentu, dan tantangan era digital dalam satu kerangka analisis masih terbatas. Penelitian ini bertujuan mengkaji secara mendalam: (1) konsep dan dimensi profesionalisme guru; (2) etika profesi sebagai landasan moral guru; (3) faktor-faktor yang memengaruhi terbentuknya profesionalisme guru; (4) keterkaitan profesionalisme guru dengan mutu pendidikan; dan (5) tantangan profesionalisme guru di era digital. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan (library research). Data diperoleh dari buku, artikel ilmiah terindeks, dan regulasi pendidikan yang relevan, kemudian dianalisis melalui teknik analisis konten dengan tahapan reduksi, klasifikasi, interpretasi, dan penarikan kesimpulan. Hasil kajian menunjukkan bahwa profesionalisme guru mencakup empat kompetensi utama yang harus dikuasai secara seimbang, etika profesi berfungsi sebagai pemandu moral tindakan guru, dan faktor internal-eksternal turut menentukan kualitas profesionalisme tersebut. Di era digital, tantangan baru seperti literasi teknologi dan integritas etika dalam ruang virtual memerlukan respons adaptif dari guru. Kesimpulannya, mutu pendidikan sangat ditentukan oleh sejauh mana guru mampu menjalankan tugas secara profesional, etis, dan adaptif.</p> salsa septianti putri salsa Copyright (c) 2026 salsa septianti putri salsa https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2026-09-18 2026-09-18 8 2 481 491 10.36378/al-hikmah.v8i2.5887 UPAYA MAHASISWA KKN (KULIAH KERJA NYATA) TEMATIK UNIVERSITAS ISLAM KUATAN SINGINGI 2025 DALAM PENINGKATAN PROGRAM MAGRIB MEGAJI DI DESA SUNGAI MANAU KECAMATAN KUANTAN MUDIK https://ejournal.uniks.ac.id/index.php/Alhikmah/article/view/4714 <p>Kegiatan Maghrib Mengaji merupakan salah satu program keagamaan yang bertujuan untuk membentuk karakter religius dan meningkatkan pemahaman keagamaan dikalangan anak-anak dan remaja. Namun, di Desa Sungai Manau Kecamatan Kuantan Mudik, pelaksanaan program ini mengalami penurunan partisipasi akibat dari keseringan bermain gegdet dan antusiasme dalam membaca Al-qu’an. Mahasiswa KKN Tematik Universitas Islam Kuantan Singingi tahun 2025 melakukan berbagai upaya strategis dalam meningkatkan kembali semangat dan kualitas pelaksanaan program&nbsp;Magrib&nbsp;Mengaji. Metode yang digunakan dalam pelaksanaan program ini adalah metode latihan (drill), dimana peserta belajar terlebih dahulu diberikan contoh oleh pengajar bagaimana mengucapkan huruf hijaiyah dengan tepat dan benar, kemudian peserta belajar diminta untuk mempraktikannya secara berulang-ulang sehingga mahir dengan tetap diawasi&nbsp;oleh&nbsp;pengajar. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan peningkatan partisipasi anak-anak, meningkatnya kesadaran orang tua, dan tumbuhnya kembali semangat belajar mengaji di kalangan masyarakat. Program ini juga mendorong terbentuknya sistem pendampingan yang berkelanjutan pasca KKN. Artikel ini diharapkan menjadi inspirasi bagi pengembangan program keagamaan berbasis masyarakat secara&nbsp;berkelanjutan.</p> isra ramadhanti Zulhaini Ikrima Mailani Jigo Wahapser Welia Alenta Putri Wisra Elysa Oktary Copyright (c) 2026 isra ramadhanti, Zulhaini, Ikrima Mailani, Jigo Wahapser, Welia Alenta Putri, Wisra Elysa Oktary https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2026-09-18 2026-09-18 8 2 492 502 10.36378/al-hikmah.v8i2.4714 A INTEGRASI KURIKULUM INOVATIF DAN ASESMEN PEMBELAJARAN DALAM PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (Kajian Literatur Terhadap Tantangan Abad 21) https://ejournal.uniks.ac.id/index.php/Alhikmah/article/view/4603 <p>Artikel ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam konsep dan praktik pengembangan kurikulum inovatif serta penerapan asesmen dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI). Latar belakang penelitian ini didasarkan pada kebutuhan akan kurikulum PAI yang mampu merespons perubahan zaman, perkembangan teknologi, serta dinamika sosial budaya yang terus berkembang. Metode yang digunakan adalah penelitian pustaka (library research) dengan pendekatan kualitatif deskriptif, di mana sumber data diperoleh dari buku, artikel ilmiah, jurnal, dan dokumen-dokumen akademik yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa pengembangan kurikulum PAI yang inovatif perlu mempertimbangkan pendekatan yang kontekstual, integratif, dan berorientasi pada kebutuhan peserta didik abad ke-21. Kurikulum yang baik tidak hanya bersifat normatif-teoritis, tetapi juga aplikatif dalam mendukung terciptanya pembelajaran yang bermakna. Di sisi lain, asesmen pembelajaran berperan penting dalam mengevaluasi capaian kompetensi peserta didik secara komprehensif, mencakup aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik. Penerapan asesmen yang tepat dapat menjadi instrumen strategis untuk meningkatkan kualitas proses dan hasil belajar. Oleh karena itu, integrasi antara pengembangan kurikulum yang inovatif dengan asesmen pembelajaran yang efektif menjadi elemen penting dalam menciptakan pendidikan agama yang relevan, adaptif, dan transformatif di era modern.</p> Rizqah Fadhilah Bula Bula Copyright (c) 2026 Rizqah Fadhilah Bula Bula https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2026-09-18 2026-09-18 8 2 503 515 10.36378/al-hikmah.v8i2.4603 Konsep dan Karakteristik Active Learning dan Contoh Modelnya https://ejournal.uniks.ac.id/index.php/Alhikmah/article/view/4565 <p>Pendekatan pembelajaran Active Learning hadir sebagai jawaban atas tuntutan perubahan paradigma pendidikan abad ke-21 yang menginginkan pembelajaran tidak lagi berpusat pada guru, melainkan berpusat pada siswa. Pembelajaran aktif bukan hanya sekadar metode, tetapi merupakan filosofi yang menempatkan siswa sebagai subjek utama dalam proses belajar. Melalui keterlibatan langsung dalam berbagai aktivitas pembelajaran seperti diskusi, tanya jawab, eksperimen, bermain peran, hingga refleksi, siswa tidak hanya memahami materi secara konseptual, melainkan juga mampu mengaitkan materi tersebut dengan kehidupan nyata mereka. Hal ini menjadikan pembelajaran lebih bermakna, kontekstual, dan mampu mendorong penguatan nilai serta keterampilan sosial siswa. Artikel ini bertujuan untuk menguraikan secara komprehensif mengenai konsep dan karakteristik Active Learning serta penerapannya dalam konteks Pendidikan Agama Islam (PAI). Dalam PAI, pendekatan ini tidak hanya memperkuat pemahaman konseptual siswa terhadap ajaran agama, tetapi juga menumbuhkan penghayatan terhadap nilai-nilai spiritual dan moral. Dengan menggunakan model seperti role playing, experiential learning, dan dialog interaktif, pembelajaran PAI menjadi lebih hidup dan membentuk peserta didik yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara emosional dan spiritual. Melalui artikel ini, diharapkan pendidik semakin terdorong untuk mengembangkan strategi pembelajaran yang lebih partisipatif, kontekstual, dan humanistik.</p> Lutfia Hulwatun Nisa Copyright (c) 2026 Lutfia Hulwatun Nisa https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2026-09-18 2026-09-18 8 2 511 523 10.36378/al-hikmah.v8i2.4565