PENGARUH PENGGUNAAN METODE RECIPROCAL TEACHING TERHADAP KEAMAMPUAN BERFIKIR KRITIS SISWA PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DAN BUDI PEKERTI KELAS X 1 SMAN 2 TELUK KUANTAN

  • Gustina Gustina Universitas Islam Kuantan Singingi
  • Helbi Akbar Universitas Islam Kuantan Singingi
  • Alhairi Alhairi Universitas Islam Kuantan Singingi
Keywords: Metode pembelajaran; Reciprocal Teaching, Kemampuan Berfikir Kritis

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh penggunaan metode Reciprocal Teaching yang secara teoritis dapat mempengaruhi kemampuan berfikir kritis siswa. Namun berdasarkan hasil wawancara peneliti menemukan beberapa gejala di kelas X 1 SMAN 2 Teluk Kuantan khususnya pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan budi pengerti. bahwa kemampuan berfikir kritis siswa masih tergolong rendah, yaitu antara lain: 1. Kurangnya kemampuan siswa dalam menyampaikan argumennya dengan baik. 2. Kurangnya kemampuan siswa dalam menyimpulkan materi yang dipelajari. 3. Kurangnya kemampuan siswa dalam menjawab tugas latihan dengan tepat. 4. Kurangnya dorongan motivasi siswa dalam mengajukan pertanyaan. 5. Kurangnya partisipasi siswa dalam diskusi kelompok. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode Reciprocal Teaching terhadap kemampuan berfikir kritis siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti di SMAN 2 Teluk Kuantan. penelitian ini yaitu metode kuantitatif asosiaf kausal dengan sampel 33 siswa dan siswi. Adapun teknik pengumpulan data primer yang digunakan yaitu angket, pengumpulan data sekunder yang digunakan yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Dari hasil analisis data menggunakan Sofware SPSS 20 dalam penelitian ini dapat disimpulkan bahwa tidak ada Pengaruh Penggunaan Metode Reciprocal Teaching Terhadap Kemampuan Berfikir Kritis Siswa Pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas X 1 Di SMAN 2 Teluk Kuantan. nilai t hitung sebesar 0,974 yang mana lebih kecil < dari pada nilai t tabel 2,040. Maka Ho diterima, dan nilai signifikansi (Sig) yaitu sebesar 0,337 lebih besar dari probabilitas 0,05 atau 0,337 > 0,05. Maka Ho diterima, yang menandakan bahwa tidak ada pengaruh variabel X terhadap variabel Y.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Astari Puspita Sari, Waddi Fatimah, Syamsul Alam, dan Cayati. “Pengaruh Reciprocal Teaching Terhadap Kemampuan Berfikir Kritis Siswa SD Inpres Borong Jambu II”, Jurnal Bionatural. Vol. 10 No. 2, September 2023.

Azizah dan Patonah. “Pengaruh Reciprocal Teaching Terhadap Kemampuan Berfikir Kritis Peserta Didik Pada Mata Pelajaran Ekonomi”, J-KIP (Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan). Vol. 5 No. 2, Juni 2024.

Bungin Burhan. 2010. Metodologi Penelitian Kuantitatif. Jakarta: Prenada Media Group. 306 Hal.

Dyah Rufaidah dan Novia Ratna Sari, “Pengaruh Reciprocal Teaching Terhadap Kemampuan Berfikir Kreatif Tematis Siswa Kelas X”, Jurnal SKIP Banten. Vol. 8 No. 1, Agustus 2019.

Eliyanti Marlina Simbilon. 2019. Tuntunan Dalam Pembelajaran Berbicara Dengan Metode Reciprocal Teaching. Media Sahabat Cendekia. hal. 67.

Hafsah. 2016. Pembelajaran Fiqih. Bandung: Ciptapustaka Media Perintis. 34 hal.

Ira Matialo, Mariaunus, dan Siti Iwan Umboh. “Efektivitas Penggunaan Model Pembelajaran Reciprocal Teaching Terhadap Kemampuan Berfikir Kritis dan Hasil Belajar Siswa Pada Materi Energi Mekanik”, Jurnal Pendidikan Fisika. Vol. 4 No. 1, Juni 2023.

Munandar Aris.“Pengaruh Model Penbelajaran Reciprocal Teaching Terhadap Kemampuan Berfikir Kritis Matematis Pada Siswa MTs”, Jurnal pendidikan Islam dan Sosial Keagamaan. Vol. 6 No. 2, April 2018.

Muri A. Yusuf. 2014. Metode Penelitian: Kuantitatif, dan Penelitian gabungan, Cetakan Ke-1. Jakarta: Prema MediaGroup. 479 hal.

Musfiqon M. 2012. Metodologi Penelitian. Jakarta: Prestasi Pustaka Karya. 263 hal.

Mustakim Zaenal. 2017. Strategi dan Metode Pembelajaran. Yogyakarta: IAIN Pekalongan Press. 125 hal.

Nisa Khoirun. “Analisis Kemampuan Berfikir Kritis Siswa Dalam Menyelesaikan Masalah Matematika Melalui Model Pembelajaran PBL”, Jurnal Ilmiah Multi Disiplin Indonesia. Vol. 1 No. 6, April 2022.

Niken Vioreza, Marhamah, Eva Oktaviana, Bekti Taufik Ari Nugroho, Elis Solihat, Nur Hasanah, Risma Dwi Arisona, dan Meta Ginting. 2020. Metode dan Model Pembelajaran. Surabaya: CV. Jakad Media Publishing. 146 hal.

Ramayulis. 2003. Kurikulum 2004 Standar Kompetensi Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam di SMA DAN MA, Jakarta: Depdiknas, 457 hal.

Republik Indonesia.2011. Undang-undang RI No. 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional, Cet IV. Jakarta:Sinar Grafika. 33 hal.

Siti Nurhasanah, Arasti, Moses Golief, Farida Dwi Susanti, dan Lin Hindun. 2020. Pengembangan Instrumen Penilaian Kemampuan Berfikir Kritis Siswa SMA. Malang: Kota Tua. 42 hal.

Supangat Andi. 2014. Statistika: Dalam Kajian Deskriptif, Inferensi, dan Non Parametriik, Cetakan Ke-IV. Jakarta: Kencana. 416 hal.

Sugiyono. 2021. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfaberta. 444 hal.

Sugiyono. 2018. Metode Penelitian

Kuantitatif. Bandung: Alfaberta. 546 hal.

Sundhary, Yogi Irdes Putra, Aprizan, Dhini Mufti, dan Randi Eka Putra. 2022. Variabel Penelitian Bidang Pendidikan. Jawa Tengah: Lakeisha. 156 hal.

Sutikno Sobry. 2019. Metode dan Model-model Pembelajaran. Lombok: Holistica. 26 hal.

Suciono Wira. 2021. Berfikir Kritis. Indramayu: CV Adanu Abimata. 79 hal.

Wardana dan Ahdar Djamaluddin. 2019. Belajar dan Pembelajaran, Cetakan I. CV Kaffah Learning Center. 109 hal.

Wijaya, dan Handayani. Pengaruh Process Oriented Guided Inquiry Learning (POGIL) terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Siswa di Sekolah Dasar, Jurnal Basicedu. Vol. 5 No. 4, Agustus 2021.

Zaniyati Salamah Husniyatus. 2010. Model dan strategi pembelajaran Aktif. Surabaya: Putra Media Nusantara. hal 200

Published
2026-05-18
Abstract viewed = 0 times
PDF downloaded = 0 times

Most read articles by the same author(s)

<< < 1 2 3 4 5