https://ejournal.uniks.ac.id/index.php/JPS/issue/feedJURNAL PLANOLOGI DAN SIPIL (JPS)2026-02-02T00:00:00+07:00Iwayan Dermanajurnalplanologidansipil@gmail.comOpen Journal Systems<p data-start="54" data-end="491"><strong data-start="54" data-end="97">Jurnal Palnologi dan Sipil (JPS)</strong> (ISSN: e.2659-2960) adalah jurnal akses terbuka yang ditinjau oleh sejawat (peer-reviewed), diterbitkan oleh Program Studi Teknik Sipil dan Perencanaan Wilayah dan Kota, Universitas Islam Kuantan Singingi. Jurnal ini menjadi media diseminasi hasil penelitian dari para peneliti dan akademisi di berbagai bidang <span style="color: rgba(0, 0, 0, 0.87); font-family: 'Noto Serif', -apple-system, BlinkMacSystemFont, 'Segoe UI', Roboto, Oxygen-Sans, Ubuntu, Cantarell, 'Helvetica Neue', sans-serif; font-size: 14px; font-style: normal; font-variant-ligatures: normal; font-variant-caps: normal; font-weight: 400; letter-spacing: normal; orphans: 2; text-align: start; text-indent: 0px; text-transform: none; widows: 2; word-spacing: 0px; -webkit-text-stroke-width: 0px; white-space: normal; background-color: #ffffff; text-decoration-thickness: initial; text-decoration-style: initial; text-decoration-color: initial; display: inline !important; float: none;">Ilmu Perencanaan, Ilmu Wilayah, Tata Ruang, Pengembangan Kawasan dan Lahan, perkotaan, perdesaan, lingkungan, dan Teknik Sipil yang mencakup ilmu struktur, sumberdaya air, arsitektur, transportasi, manajemen proyek, jalan raya, dan geoteknik</span>. JPS terbit dua kali dalam setahun, yaitu pada bulan Februari dan Agustus.</p> <p data-start="493" data-end="556">Fokus dan cakupan JPS dapat dilihat secara rinci <a href="https://ejournal.uniks.ac.id/index.php/JPS/Focus"><strong data-start="543" data-end="554">di sini</strong></a>.</p>https://ejournal.uniks.ac.id/index.php/JPS/article/view/4709JEMBATAN BERKELANJUTAN: PERSPEKTIF FILSAFAT ILMU MELALUI INTEGRASI PEMANTAUAN KESEHATAN STRUKTUR DAN ANALISIS BIAYA SIKLUS HIDUP BERBASIS JARINGAN SYARAF TIRUAN2026-01-19T12:49:22+07:00Surya Adinatamastersuryaadinata@gmail.com<p style="text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"><em>Jembatan merupakan aset infrastruktur kritis yang memastikan kelangsungan dan efisiensi jaringan transportasi. Namun, keberlanjutan jangka panjangnya tetap menjadi masalah mendesak akibat penuaan, kerusakan, dan biaya pemeliharaan serta rehabilitasi yang terus meningkat. Studi ini mengeksplorasi integrasi pemantauan kesehatan struktural (Structural Health Monitoring (SHM)) dan analisis biaya siklus hidup (Life Cycle Cost Analysis (LCCA)) berbasis jaringan saraf tiruan (Artificial Neural Network (ANN)) sebagai pendekatan inovatif untuk meningkatkan keberlanjutan jembatan. Berlandaskan filosofi ilmu pengetahuan, penelitian ini menganalisis bagaimana integrasi ini dapat merevolusi manajemen jembatan dengan memfasilitasi pengambilan keputusan berbasis data dan mengoptimalkan alokasi sumber daya. Metodologi penelitian meliputi tinjauan literatur komprehensif, pengembangan kerangka konseptual, dan studi kasus yang menunjukkan penerapan praktis pendekatan yang diusulkan. Temuan utama menyoroti potensi SHM dan LCCA berbasis ANN dalam memberikan wawasan real-time tentang kinerja jembatan, memprediksi degradasi di masa depan, dan mengidentifikasi strategi pemeliharaan yang efisien secara biaya. Studi ini menyimpulkan bahwa integrasi ini selaras dengan prinsip-prinsip ilmu keberlanjutan dan menawarkan jalur yang menjanjikan menuju infrastruktur jembatan yang lebih tangguh, ekonomis, dan ramah lingkungan.</em></p>2026-01-19T11:54:56+07:00Copyright (c) 2026 Surya Adinatahttps://ejournal.uniks.ac.id/index.php/JPS/article/view/4703IMPLEMENTASI PRINSIP TRANSIT ORIENTED DEVELOPMENT (TOD) UNTUK MEWUJUDKAN TRANSPORTASI BERKELANJUTAN DI KOTA MEDAN2026-01-19T12:49:30+07:00Rahmad Dianrdians@yahoo.comDessy Eresina Pinemeresina22@yahoo.comBintang M. Purbabintangkasih17@gmail.comHarry Kurniawanforesterusu@gmail.com<p>Peningkatan penggunaan kendaraan pribadi di Kota Medan telah menimbulkan permasalahan kemacetan. Konsep kawasan Transit-Oriented Development (TOD) yang diadopsi di beberapa kawasan perkotaan di Indonesia merupakan salah satu metode untuk mengatasi permasalahan transportasi perkotaan guna menjaga sistem transportasi yang berkelanjutan. Konsep kawasan TOD dapat diwujudkan dengan memenuhi prinsip-prinsip Pengembangan Berorientasi Transit dengan standar minimal yang berlaku. Artikel ini memaparkan hasil penelitian lapangan dan analisis untuk mengetahui kelayakan suatu kawasan untuk memenuhi standar kawasan TOD di Kota Medan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan mixed method. Data dikumpulkan dengan cara studi pustaka, observasi, dan dokumentasi. Dalam menganalisis data, matriks IFE dan EFE digunakan dalam mengidentifikasi faktor internal dan eksternal pada kawasan penelitian serta Analisis SWOT untuk mendeskripsikan potensi dan permasalahan kawasan penelitian yang mengacu pada kriteria kawasan TOD. Penelitian difokuskan pada kawasan pusat perdagangan dan jasa di Kecamatan Medan Petisah dengan delineasi kawasan penelitian meliputi radius 500 meter dari titik simpul, yaitu Plaza Medan Fair. Variabel yang diamati adalah sistem transportasi, aspek tata guna lahan, dan kebijakan penataan ruang. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa kawasan Plaza Medan Fair dan sekitarnya berpotensi menjadi kawasan TOD di Kota Medan karena telah memenuhi standar minimum TOD.</p>2026-01-19T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Rahmad Dian, Dessy Eresina Pinem, Bintang M. Purba, Harry Kurniawanhttps://ejournal.uniks.ac.id/index.php/JPS/article/view/5245ALIH FUNGSI HUTAN PRODUKSI YANG DAPAT DI KONVERSI (HPK) MENJADI LAHAN TAMBANG BATUBARA OLEH PT. QUASAR INTI NUSANTARA (QIN) DI DESA IBUL KEC.PUCUK RANTAU KAB. KUANTAN SINGINGI2026-01-19T12:49:43+07:00Rikki AfrizalRikki.afrizal@mail.ugm.ac.idDhinda Tri Yantidhindatriyanti386@gmail.comAgus Candraagus@gmail.com<p><em>Penelitian ini bertema tentang Alih fungsi lahan Hutan Produksi yang Dapat Dikonversi (HPK) menjadi kawasan pertambangan batubara telah terjadi di Desa Ibul Kecamatan Pucuk Rantau Kabupaten Kuantan Singingi yang dilaksanakan oleh PT. Quasar Inti Nusantara (QIN). HPK adalah kegiatan pemanfataan fungsi kawasan lahan yang mana lahan sebelumnya adalah kawasan hutan, atau semak belukar yang dapat dialih fungsikan menjadi kawasan pertambangan dengan landasan Undang-Undang, RTRW, Kebijakan maupun Perda yang dilakukan secara legal. Adapun Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analisis dan survei. Teknik Pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara, observasi, dokumentasi dan melakukan survey diwilayah tersebut. Data yang digunakan dalam penelitian ini berupa data primer dan data sekunder. Adapun data primer penelitian ini berupa data yang diperoleh dari wawancara dengan responden dengan beberapa informan kunci, data hasil suvei lansung berupa data-data yang didapat lansung dilapangan,. Hasil penelitian ini menujukkan bahwa alih fungsi hutan yang dapat dikonversi (HPK) di Desa Ibul Kecamatan Pucuk Rantau menjadi Kawasan pertambangan batubara yang dilaksanakan oleh PT. Quasar Inti Nusantara (QIN) seluas457,46 hektar.</em> <em>Alih fungsi lahan Hutan Produksi yang Dapat Dikonversi (HPK) menjadi kawasan pertambangan batubara merupakan hasil dari berbagai faktor yang saling berkaitan faktor Internal dan faktor eksternal. Landasan hukum pemanfaatan kawasan HPK untuk pertambangan diantaranya undang-undang tentang kehutanan, Pertambangan mineral dan batubara (Minerba), Penggunaan kawasan hutan, Peraturan menteri tentang pedoman pinjam pakai kawasan hutan (IPPKH), Peraturan Mentri tentang tata cara pelepasan kawasan hutan produksi yang dapat di konversi (HPK, dan Perda Kabupaten Kuantan Singingi. Kesesuaian Kegiatan pertambangan dengan RTRW Kabupaten Kuantan Singingi yang termasuk Kawasan HPK sesuai dengan pemanfatan ruang yang diprioritaskan untuk kegiatan pembanguann di luar serktor kehutanan. Dampak alih fungsi kawasan HPK berdampak pada lingkungan, berdampak pada Sosial ekonomi, dampak pada hukum dan tata ruang</em></p>2026-01-19T12:45:22+07:00Copyright (c) 2026 Rikki Afrizal, Dhinda Tri Yanti, Agus Candra