JURNAL PLANOLOGI DAN SIPIL (JPS) https://ejournal.uniks.ac.id/index.php/JPS <p>Jurnal Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota &amp; Teknik Sipil&nbsp;</p> <p>Jurnal Planologi dan Sipil (JPS) Merupakan Jurnal Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota dan Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Islam Kuantan Singingi, Jurnal ini akan dipublikasikan 2 kali dalam 1 tahun, yaitu pada bulan Februari edisi pertama dan Agustus edisi kedua.</p> en-US r.ruspianda@gmail.com (Riki Ruspianda,SP.M.Si) rabbynazli@gmail.com (Rabby Nazli, M.Kom) Mon, 19 Jan 2026 00:00:00 +0700 OJS 3.1.2.4 http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss 60 JEMBATAN BERKELANJUTAN: PERSPEKTIF FILSAFAT ILMU MELALUI INTEGRASI PEMANTAUAN KESEHATAN STRUKTUR DAN ANALISIS BIAYA SIKLUS HIDUP BERBASIS JARINGAN SYARAF TIRUAN https://ejournal.uniks.ac.id/index.php/JPS/article/view/4709 <p style="text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"><em>Jembatan merupakan aset infrastruktur kritis yang memastikan kelangsungan dan efisiensi jaringan transportasi. Namun, keberlanjutan jangka panjangnya tetap menjadi masalah mendesak akibat penuaan, kerusakan, dan biaya pemeliharaan serta rehabilitasi yang terus meningkat. Studi ini mengeksplorasi integrasi pemantauan kesehatan struktural (Structural Health Monitoring (SHM)) dan analisis biaya siklus hidup (Life Cycle Cost Analysis (LCCA)) berbasis jaringan saraf tiruan (Artificial Neural Network (ANN)) sebagai pendekatan inovatif untuk meningkatkan keberlanjutan jembatan. Berlandaskan filosofi ilmu pengetahuan, penelitian ini menganalisis bagaimana integrasi ini dapat merevolusi manajemen jembatan dengan memfasilitasi pengambilan keputusan berbasis data dan mengoptimalkan alokasi sumber daya. Metodologi penelitian meliputi tinjauan literatur komprehensif, pengembangan kerangka konseptual, dan studi kasus yang menunjukkan penerapan praktis pendekatan yang diusulkan. Temuan utama menyoroti potensi SHM dan LCCA berbasis ANN dalam memberikan wawasan real-time tentang kinerja jembatan, memprediksi degradasi di masa depan, dan mengidentifikasi strategi pemeliharaan yang efisien secara biaya. Studi ini menyimpulkan bahwa integrasi ini selaras dengan prinsip-prinsip ilmu keberlanjutan dan menawarkan jalur yang menjanjikan menuju infrastruktur jembatan yang lebih tangguh, ekonomis, dan ramah lingkungan.</em></p> Surya Adinata Copyright (c) 2026 Surya Adinata https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://ejournal.uniks.ac.id/index.php/JPS/article/view/4709 Mon, 19 Jan 2026 11:54:56 +0700 IMPLEMENTASI PRINSIP TRANSIT ORIENTED DEVELOPMENT (TOD) UNTUK MEWUJUDKAN TRANSPORTASI BERKELANJUTAN DI KOTA MEDAN https://ejournal.uniks.ac.id/index.php/JPS/article/view/4703 <p>Peningkatan penggunaan kendaraan pribadi di Kota Medan telah menimbulkan permasalahan kemacetan. Konsep kawasan Transit-Oriented Development (TOD) yang diadopsi di beberapa kawasan perkotaan di Indonesia merupakan salah satu metode untuk mengatasi permasalahan transportasi perkotaan guna menjaga sistem transportasi yang berkelanjutan. Konsep kawasan TOD dapat diwujudkan dengan memenuhi prinsip-prinsip Pengembangan Berorientasi Transit dengan standar minimal yang berlaku. Artikel ini memaparkan hasil penelitian lapangan dan analisis untuk mengetahui kelayakan suatu kawasan untuk memenuhi standar kawasan TOD di Kota Medan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan mixed method. Data dikumpulkan dengan cara studi pustaka, observasi, dan dokumentasi. Dalam menganalisis data, matriks IFE dan EFE digunakan dalam mengidentifikasi faktor internal dan eksternal pada kawasan penelitian serta Analisis SWOT untuk mendeskripsikan potensi dan permasalahan kawasan penelitian yang mengacu pada kriteria kawasan TOD. Penelitian difokuskan pada kawasan pusat perdagangan dan jasa di Kecamatan Medan Petisah dengan delineasi kawasan penelitian meliputi radius 500 meter dari titik simpul, yaitu Plaza Medan Fair. Variabel yang diamati adalah sistem transportasi, aspek tata guna lahan, dan kebijakan penataan ruang. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa kawasan Plaza Medan Fair dan sekitarnya berpotensi menjadi kawasan TOD di Kota Medan karena telah memenuhi standar minimum TOD.</p> Rahmad Dian, Dessy Eresina Pinem, Bintang M. Purba, Harry Kurniawan Copyright (c) 2026 Rahmad Dian, Dessy Eresina Pinem, Bintang M. Purba, Harry Kurniawan https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://ejournal.uniks.ac.id/index.php/JPS/article/view/4703 Mon, 19 Jan 2026 00:00:00 +0700 ALIH FUNGSI HUTAN PRODUKSI YANG DAPAT DI KONVERSI (HPK) MENJADI LAHAN TAMBANG BATUBARA OLEH PT. QUASAR INTI NUSANTARA (QIN) DI DESA IBUL KEC.PUCUK RANTAU KAB. KUANTAN SINGINGI https://ejournal.uniks.ac.id/index.php/JPS/article/view/5245 <p><em>Penelitian ini bertema tentang Alih fungsi lahan Hutan Produksi yang Dapat Dikonversi (HPK) menjadi kawasan pertambangan batubara telah terjadi di Desa Ibul Kecamatan Pucuk Rantau Kabupaten Kuantan Singingi yang dilaksanakan oleh PT. Quasar Inti Nusantara (QIN). HPK adalah kegiatan pemanfataan fungsi kawasan lahan yang mana lahan sebelumnya adalah kawasan&nbsp;&nbsp; hutan, atau semak belukar yang dapat dialih fungsikan menjadi kawasan pertambangan dengan landasan Undang-Undang, RTRW, Kebijakan &nbsp;maupun Perda yang dilakukan secara legal. Adapun Penelitian ini menggunakan metode &nbsp;deskriptif analisis dan survei. Teknik&nbsp; Pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara, observasi, dokumentasi dan melakukan survey diwilayah tersebut. Data yang digunakan dalam penelitian ini berupa data primer dan data sekunder. Adapun data primer penelitian ini berupa data yang diperoleh dari wawancara dengan responden dengan beberapa informan kunci, data hasil suvei lansung berupa data-data yang didapat lansung dilapangan,. Hasil penelitian ini menujukkan bahwa alih fungsi hutan yang dapat dikonversi (HPK) di Desa Ibul Kecamatan Pucuk Rantau menjadi Kawasan pertambangan batubara yang dilaksanakan oleh PT. Quasar Inti Nusantara (QIN) seluas457,46 hektar.</em> <em>Alih fungsi lahan Hutan Produksi yang Dapat Dikonversi (HPK) menjadi kawasan pertambangan batubara merupakan hasil dari berbagai faktor yang saling berkaitan faktor Internal dan faktor eksternal. Landasan hukum pemanfaatan kawasan HPK untuk pertambangan diantaranya undang-undang tentang kehutanan, Pertambangan mineral dan batubara (Minerba), Penggunaan kawasan hutan, Peraturan menteri tentang pedoman pinjam pakai kawasan hutan (IPPKH), Peraturan Mentri tentang tata cara pelepasan kawasan hutan produksi yang dapat di konversi (HPK, dan Perda Kabupaten Kuantan Singingi. Kesesuaian Kegiatan pertambangan dengan RTRW Kabupaten Kuantan Singingi yang termasuk Kawasan HPK&nbsp; sesuai dengan pemanfatan ruang yang diprioritaskan untuk kegiatan pembanguann di luar serktor kehutanan. Dampak alih fungsi kawasan HPK berdampak pada lingkungan, berdampak pada Sosial ekonomi, dampak pada hukum dan tata ruang</em></p> Rikki Afrizal, Dhinda Tri Yanti, Agus Candra Copyright (c) 2026 Rikki Afrizal, Dhinda Tri Yanti, Agus Candra https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://ejournal.uniks.ac.id/index.php/JPS/article/view/5245 Mon, 19 Jan 2026 12:45:22 +0700