Bioaccumulation of Water Spinach (Ipomoea reptans Poir) in Phytoremediation of Heavy Metal Cu in Soil Contaminated by Lapindo Mud and Its Impact on Plant Growth

  • Zulfahnur Abi Abdillah UPN Veteran Jawa Timur
  • Purwadi Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur
  • Moch Arifin Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur
Keywords: Bioaccumulation Index, Plant Biomass, Plant Growth, Plant Cu Uptake, Soil Cu Content

Abstract

Lapindo mud (LL) contains various heavy metals, including copper (Cu), with concentrations exceeding environmental quality standards, thereby posing a risk of soil and ecosystem contamination. One effective method to mitigate this pollution is phytoremediation using hyperaccumulator plants. This study aims to (1) assess the effect of mixing Lapindo mud with soil on Cu levels in the planting medium and (2) determine the optimal planting medium composition for Cu uptake by land spinach (Ipomoea reptans Poir). The experiment involved four planting medium treatments: 100% mud, soil:mud = 1:1, soil:mud = 1:2, and soil:mud = 1:3, each weighing 600 grams per polybag. Plants were harvested at 10 and 20 days after planting, and Cu levels in the soil and plants, bioaccumulation, and growth parameters such as plant height and dry weight were analyzed. Data were subjected to ANOVA at a 5% significance level, followed by the Least Significant Difference (LSD) test. Results indicated that mixing Lapindo mud with soil reduced Cu content in the planting medium, with the lowest Cu concentration in the 1:1 soil:mud treatment (25 ppm) and the highest in the 1:3 treatment (29 ppm). The 1:1 treatment also resulted in the highest Cu uptake (10.17 ppm) and a bioaccumulation index of 0.40, identifying it as the most effective composition for Cu phytoremediation. These findings highlight the potential of land spinach as a phytoremediator to reduce Cu pollution in soils contaminated with Lapindo mud.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Alfina, S. A., Zulfa, A., & Hendratmoko, A. F. (2024). Potensi kerusakan ekosistem sebagai dampak luapan Lumpur Lapindo: A systematic literature review. Jurnal Ilmiah Multidisiplin, 1(4), 281–287.

Ciptawati, E., Dzikrulloh, M. H. A., Septiani, M. O., Rinata, V., Rokhim, D. A., Fauziyyah, N. A., & Sribuana, D. (2022). Analisis kandungan mineral dari lumpur panas Sidoarjo sebagai potensi sumber silika dan arah pemanfaatannya. Indonesian Journal of Chemical Analysis, 5(1), 18–28. https://doi.org/10.20885/ijca.vol5.iss1.art3

Erwiyansyah, M. J., & Guritno, B. (2015). Studi pengaruh campuran lumpur Lapindo sebagai media tanam terhadap kandungan logam berat dan pertumbuhan sawi hijau (Brassica juncea L.). Jurnal Produksi Tanaman, 3(7), 590–599.

Galal, T. M., Eid, E. M., Dakhil, M. A., & Hassan, L. M. (2018). Bioaccumulation and rhizofiltration potential of Pistia stratiotes L. for mitigating water pollution in the Egyptian wetlands. International Journal of Phytoremediation, 20(5), 440–447. https://doi.org/10.1080/15226514.2017.1365343

Hapsari, J. E., Amri, C., & Suyanto, A. (2018). Efektivitas kangkung air (Ipomoea aquatica) sebagai fitoremediasi dalam menurunkan kadar timbal (Pb) air limbah batik. Analit: Analytical and Environmental Chemistry, 9(4), 30–37.

Hartati, H., Azmin, N., Emi, C., Nasir, M., Fahrudin, F., & Andang, A. (2021). Pengaruh penambahan arang sekam terhadap pertumbuhan tanaman kangkung darat (Ipomoea reptans). Oryza: Jurnal Pendidikan Biologi, 10(1), 1–7.

Haruna, E. T., Isa, I., & Suleman, N. (2012). Fitoremediasi pada media tanah yang mengandung Cu dengan tanaman kangkung darat. Jurnal Sainstek, 6(6).

Jaya, M. I., Maharani, M., & Febrina, L. (2021). Bioakumulasi logam berat pada Avicennia marina di Taman Wisata Alam Mangrove Angke Kapuk Jakarta. Sustainable Environmental and Optimizing Industry Journal, 3(2), 1–15. https://doi.org/10.36441/seoi.v3i2.440

Juhri, D. A. (2017). Pengaruh logam berat (kadmium, kromium, dan timbal) terhadap penurunan berat basah kangkung air (Ipomoea aquatica Forsk.) sebagai bahan penyuluhan bagi petani sayur. Jurnal Lentera Pendidikan, 2(2), 219–229.

Jundana, A. F., Hastuti, D., & Budihastuti, R. (2016). Daya akumulasi logam berat tembaga (Cu) pada akar dan daun Avicennia marina (Forsk.) berdasarkan fase pertumbuhan yang berbeda di Pantai Mangkang Semarang. Jurnal Biologi, 5(3), 36–46.

Kamisah, K., & Kartika, T. (2024). Analisis penentuan C-organik pada sampel tanah secara spektrofotometer UV-Vis. Indobiosains, 6(2), 74–80. https://doi.org/10.31851/indobiosains.v6i2.16308

Lestari, N. A., & Susanti, A. I. (2019). Kelimpahan dan keanekaragaman organisme tanah sebagai bioindikator kesuburan lahan pertanian dan pembuatan media penyuluhan pertanian (booklet). Jurnal Agriovet, 2(1), 1–16.

Prasetya, S. E. N. W. (2023). Pengaruh hasil larutan fermentasi daun gamal terhadap pertumbuhan, produktivitas, dan kualitas pada tanaman kale curly (Brassica oleracea var. sabellica). Bioedusains: Jurnal Pendidikan Biologi dan Sains, 6(1), 332–349.

Risma, S., Maryam, & Rahayu, A. Y. (2023). Penentuan C-organik pada tanah untuk meningkatkan produktivitas tanaman dan keberlanjutan umur tanaman dengan metode spektrofotometri UV-Vis. Jurnal Teknologi Pertanian, 12(1).

Samudro, G., Hadiwidodo, M., & Aji, F. (2016). Penentuan campuran lumpur Lapindo sebagai substitusi pasir dan semen dalam pembuatan paving block ramah lingkungan. Jurnal Presipitasi: Media Komunikasi dan Pengembangan Teknik Lingkungan, 13(1), 13.

Shafira, N., Putri, E., Eka, P., Nugraha, P., & Rahmawati, I. (2024). Struktur morfologi kangkung air (Ipomoea aquatica) asal area Kediri Raya, 201–205.

Susilowati, P. E. (2021). Studi bioakumulasi logam krom (Cr), seng (Zn), dan nikel (Ni) pada tanaman obat binahong (Anredera cordifolia (Ten.) Steenis). Akta Kimia Indonesia, 6(1), 12.

Widaningrum, Miskiyah, & Suismono. (2017). Bahaya kontaminasi logam berat dalam sayuran dan alternatif pencegahan cemarannya. Buletin Teknologi Pascapanen Pertanian, 3(1), 16–27.

Zannah, H., & Sudarti, S. (2021). Analisis persepsi masyarakat tentang dampak lumpur Lapindo terhadap tingkat kesuburan tanah. Jurnal Sanitasi Lingkungan, 4(1), 6.

Published
2026-01-07
How to Cite
Abdillah, Z. A., Purwadi, & Arifin, M. (2026). Bioaccumulation of Water Spinach (Ipomoea reptans Poir) in Phytoremediation of Heavy Metal Cu in Soil Contaminated by Lapindo Mud and Its Impact on Plant Growth . JURNAL AGRONOMI TANAMAN TROPIKA (JUATIKA), 8(1), 198 -. https://doi.org/10.36378/juatika.v8i1.4820
Abstract viewed = 0 times
PDF downloaded = 0 times