The Relationship between Soil Conservation Techniques, Topsoil Depth and Vegetation Density in Oil Palm (Elaeis guineensis Jacq.) Plantation Areas at Nusantara IV Plantation Regional II Adolina
Abstract
This study aims to identify the soil conservation techniques applied and analyze their relationship with topsoil depth and weed vegetation density in oil palm areas at PT Perkebunan Nusantara IV Regional II Adolina. This research is important because oil palm is a strategic commodity whose productivity is influenced by soil conditions and land management. The study was conducted in April–May 2026 using a survey method with a descriptive approach. The study purposively selected samples based on differences in soil conservation techniques. Data were collected through field observations, measurements of topsoil depth, weed identification, and soil organic carbon (C) analysis. The results showed that topsoil depth ranged from 24 to 31 cm, with an average of 28.6 cm. Six weed species with a total of 4,645 individuals were identified, dominated by Lophatherum gracile (INP 66.70%) and Cenchrus purpureus (INP 65.10%). Soil organic carbon content ranged from 2.17% to 3.39%, with an average of 2.79%. This study indicates that effective soil conservation is associated with thicker topsoil, higher organic carbon content, and denser vegetation, thereby supporting sustainable land productivity.
Downloads
References
Abdillah, M. H., & Budi, I. S. (2021). Pembuatan dan hasil aplikasi bahan pembenah tanah di lahan basah sub-optimal. Buletin Profesi Insinyur, 4(1), 23–28. https://doi.org/10.20527/bpi.v4i1.94
Afrianti, I., Yolanda, R., & Purnama, A. A. (2021). Analisis vegetasi gulma pada perkebunan kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq.) di Desa Suka Maju, Kecamatan Rambah, Kabupaten Rokan Hulu. Jurnal Mahasiswa Biologi UPP.
Ahmad, S. W. (2024). Peranan Legume Cover Crops (LCC) Calopogonium mucunoides Desv. pada teknik konservasi tanah dan air di perkebunan kelapa sawit. Prosiding Seminar Nasional Biologi dan Pembelajarannya, 341–346.
Ardiyaningrum, I., & Budiastuti, S. (2023). Hubungan antara tingkat pendidikan dan pengetahuan terhadap sikap masyarakat dalam konservasi lahan kering di Kecamatan Selo. Jurnal Pendidikan Biologi, 114–118.
Asbur, Y., & Ariyanti, M. (2022). Peran konservasi tanah terhadap cadangan karbon tanah, bahan organik, dan pertumbuhan kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq.). Jurnal Kultivasi, 16(3).
Bu’ulolo, J. S. (2026). Dampak teknik konservasi tanah terhadap efisiensi penggunaan air di lahan kering. IDENTIK: Jurnal Ilmu Ekonomi, Pendidikan dan Teknik, 3, 225–230. https://doi.org/10.70134/identik.v3i1.1265
BPS-Statistics. (2024). Statistik kelapa sawit Indonesia 2023. https://www.bps.go.id/id/publication/2024/11/29/d5dcb42ab730df1be4339c34/statistik-kelapa-sawit-indonesia-2023.html
Dibisono, Y., Sari, P. M., & Susanti, R. (2022). Analisis vegetasi gulma di lahan pertanian Kelurahan Simalingkar B, Medan Tuntungan. Jurnal Agroteknosains, 6(2), 58–66.
Direktorat Jenderal Perkebunan. (2014). Pedoman teknis budidaya kelapa sawit: Pengendalian gulma. Kementerian Pertanian Republik Indonesia. https://ditjenbun.pertanian.go.id/pedoman-teknis-budidaya-kelapa-sawit
Farrasati, R., Pradiko, I., Rahutomo, S., Sutarta, E. S., Santoso, H., & Hidayat, F. (2019). C-organik tanah di perkebunan kelapa sawit Sumatera Utara: Status dan hubungan dengan beberapa sifat kimia tanah. Jurnal Tanah dan Iklim, 157–165.
Fikri, A., Hastuti, P. B., & Firmansyah, E. (2023). Pengaruh topografi terhadap produktivitas tanaman kelapa sawit pada panen perdana. Agroforetech, 1, 1358–1367.
Gilang, G., Rembon, F. S., Yusuf, D. N., & Pasolon, Y. B. (2024). Evaluasi karakteristik sifat fisik tanah berdasarkan variasi lereng dan hubungannya dengan produksi tanaman kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq.) di Kecamatan Wawotobi, Kabupaten Konawe. Agritechpedia: Journal of Agriculture and Technology, 2(2), 87–101.
Gusti, R. E., & Hamzah, A. (2021). Micro nutrient content and growth of oil palm (Elaeis guineensis Jacq.) applied to oil palm liquid waste using the biopori method. Jurnal Agronomi Tanaman Tropika, 1–11. https://doi.org/10.36378/juatika.v3i1.895
Imansyah, A. A., & Firdaus, K. R. (2022). Respon pemberian pupuk dasar organik dan kedalaman lubang tanam terhadap pertumbuhan tanaman jagung hibrida. Journal of Innovation and Research in Agriculture, 1(2), 45–55. https://doi.org/10.56916/jira.v1i2.242
Lumbantobing, W. (2018). Inventarisasi gulma pada perkebunan kelapa sawit rakyat di Desa Sidodadi, Kecamatan Kuala, Kabupaten Langkat. Agroprimatech, 2(1).
Mahendra, Y. S. (2020). Pengaruh iklim terhadap dinamika kelembaban tanah di piringan pohon tanaman kelapa sawit. Warta PPKS, 25(1), 39–51. https://doi.org/10.22302/iopri.war.warta.v25i1.10
Megayanti, L., Junedi, H., & Fuadi, N. A. (2022). Kajian beberapa sifat fisika tanah yang ditanami kelapa sawit pada umur dan kelerengan yang berbeda (Studi kasus perkebunan sawit Kelurahan Simpang Tuan, Kecamatan Mendahara Ulu, Tanjung Jabung Timur). Jurnal Tanah dan Sumberdaya Lahan, 9(2), 413–420. https://doi.org/10.21776/ub.jtsl.2022.009.2.22
Miskana. (2022). Hubungan kelerengan lahan terhadap produksi tandan buah segar kelapa sawit di Perkebunan PT Bina Pratama Sakato Jaya, Kabupaten Sijunjung. Jurnal Riset Perkebunan, 3(1), 27–37.
Murtilaksono, K., Darmosarkoro, W., & Sutarta, E. S. (2020). Upaya peningkatan produksi kelapa sawit melalui penerapan teknik konservasi tanah dan air. Jurnal Tanah Trop, 14(2), 135–142.
Prayoga, R., Wirianata, H., Mu, A., & [afiliasi dihapus]. (2026). Pengaruh macam dan ketebalan lapisan mulsa organik terhadap pertumbuhan bibit kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq.) di main nursery. Agroforetech, 4, 208–215.
Santi, R. A. (2022). Kajian sifat fisika tanah lahan bekas tambang emas, lahan kebun kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq.), dan hutan pada Ultisol. Jurnal Riset Perkebunan, 3(2), 77–92. https://doi.org/10.25077/jrp.3.2.77-92.2022
Saputra, A., Setyawati, E. R., & Wilisiani, F. (2025). Pengaruh cocopeat sebagai campuran media tanam pada beberapa kedalaman tanah (top soil, sub soil) terhadap pertumbuhan bibit kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq.) di main nursery. Agroforetech, 3, 1591–1598.
Saputra, R. P., Putra, D. P., & Yuniasih, B. (2025). Pengaruh macam mulsa organik dan frekuensi penyiraman terhadap pertumbuhan bibit kelapa sawit di main nursery. Agroforetech, 3, 1448–1455.
Susetyo, Y. A., Sigar, A. D., Simanjuntak, B. H., Wijaya, A., & Banjarnahor, D. (2025). Hubungan praktik budidaya di berbagai perkebunan di sub-Daerah Aliran Sungai Tuntang Provinsi Jawa Tengah terhadap karbon organik tanah. Jurnal Agrium, 28(2), 150–165. https://doi.org/10.30596/agrium.v28i2.24179
Telaumbanua, W. (2026). Manajemen sumber daya alam melalui teknik konservasi tanah untuk efisiensi penggunaan air di lahan kering. JIMAKUN: Jurnal Ilmu Manajemen dan Akuntansi Nusantara, 2, 250–255. https://doi.org/10.70134/jimakun.v2i1.1231
Theobroma, C., Kalibaru, L., Nurrohman, E., Rahardjanto, A., & Wahyuni, S. (2021). Studi hubungan keanekaragaman makrofauna tanah dengan kandungan C-organik dan organofosfat tanah di perkebunan cokelat (Theobroma cacao L.) Kalibaru, Banyuwangi. Bioeksperimen, 4(1), 1–10.
Vani, M. R., Rohmiyati, S. M., & Yuniasih, B. (2024). Pengaruh Legume Cover Crop terhadap sifat fisik tanah pada tanaman belum menghasilkan. Agroforetech, 2, 640–647.
Walida, H. (2020). Evaluasi status hara bahan organik terhadap sifat kimia tanah di lahan miring kelapa sawit. Zira’ah, 45, 234–240.
Wigena, G. P., Subardja, D., & Badan, P. [Data penulis tidak lengkap]. (2023). Evaluasi kesesuaian lahan mineral dan gambut untuk peremajaan tanaman kelapa sawit (Studi kasus pada beberapa kebun plasma di Provinsi Riau). Jurnal Sumberdaya Lahan. https://doi.org/10.2018/jsdl.v7i2.6435
Zahrah, S. (2022). Applications of oil palm ash and various types of organic fertilizer on acid soil (Ultisol) for onion (Allium ascalonicum L.). Jurnal Agronomi Tanaman Tropika, 4(2). https://doi.org/10.36378/juatika.v4i2.2315
Copyright (c) 2026 Muhammad Habibi, Saroha Manurung, Aulia Juanda Djaingsastro

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Authors who publish with Jurnal Agronomi Tanaman Tropika (JUATIKA) agree to the following terms:
Authors retain copyright and grant the Jurnal Agronomi Tanaman Tropika (JUATIKA) right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License (CC BY 4.0) that allows others to share (copy and redistribute the material in any medium or format) and adapt (remix, transform, and build upon the material for any purpose, even commercially) with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in Jurnal Agronomi Tanaman Tropika (JUATIKA).
Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in Jurnal Agronomi Tanaman Tropika (JUATIKA). Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work.





More Information


