Prosiding Seminar Nasional Hasil Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat https://ejournal.uniks.ac.id/index.php/ProsidingUniks <p>Seminar Nasional Hasil Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Islam Kuantan Singingi (UNIKS) merupakan hasil Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Multidisiplin Ilmu yang terbit setiap tahun. Prosiding ini memuat artikel hasil Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Multidisiplin Ilmu yang dipresentasikan pada Seminar Nasional yang dilaksanakan oleh Lembaga Penelitian Pengabdian Kepada Masyarakat dan Dakwah Islamiyah Universitas Islam Kuantan Singingi.&nbsp;</p> en-US prosidinglppmdi@gmail.com (LPPMDI) febri.haswan88@gmail.com (Febri Haswan) Fri, 30 Jan 2026 15:24:11 +0700 OJS 3.1.2.4 http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss 60 Transformasi Peran Pemerintah Desa dalam Peningkatan Sosial Ekonomi Masyarakat Suku Asli (Model Tata Kelola Ko-Kreasi Berbasis Kearifan Lokal di Kecamatan Bantan Kabupaten Bengkalis) https://ejournal.uniks.ac.id/index.php/ProsidingUniks/article/view/5446 <p>Pembangunan desa dalam kerangka desentralisasi di Indonesia diharapkan mampu mendorong pemerataan kesejahteraan masyarakat, termasuk bagi kelompok masyarakat suku asli yang selama ini masih menghadapi berbagai keterbatasan sosial dan ekonomi. Namun demikian, dalam praktiknya implementasi pembangunan desa sering kali belum sepenuhnya mampu menjawab kebutuhan spesifik masyarakat adat, terutama karena pendekatan pembangunan yang masih bersifat top-down serta rendahnya keterlibatan masyarakat dalam proses perencanaan dan pengambilan keputusan. Kondisi ini juga terjadi pada masyarakat suku asli di Kecamatan Bantan Kabupaten Bengkalis yang secara sosial ekonomi masih berada pada kondisi rentan meskipun desa memiliki kapasitas fiskal yang cukup besar melalui Dana Desa dan APBDes. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran pemerintah desa dalam meningkatkan sosial ekonomi masyarakat suku asli serta merumuskan model transformasi tata kelola desa berbasis ko-kreasi yang mengintegrasikan kearifan lokal dalam proses pembangunan. Penelitian ini menggunakan pendekatan metode campuran (mixed methods) dengan desain sequential explanatory yang mengombinasikan metode kualitatif dan kuantitatif. Penelitian dilakukan di lima desa di Kecamatan Bantan yang memiliki jumlah masyarakat suku asli terbesar, yaitu Desa Sukamaju, Desa Kembung Baru, Desa Bantan Timur, Desa Bantan Tengah, dan Desa Berancah. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi lapangan, wawancara semi-terstruktur dengan informan kunci yang terdiri dari perangkat desa, anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD), tokoh masyarakat, serta perwakilan masyarakat suku asli, dokumentasi berbagai data sekunder, serta penyebaran kuesioner kepada responden. Analisis data dilakukan secara bertahap dengan mengintegrasikan temuan kualitatif dan kuantitatif untuk memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai dinamika tata kelola pembangunan desa dan partisipasi masyarakat suku asli. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran pemerintah desa dalam meningkatkan sosial ekonomi masyarakat suku asli masih belum optimal. Dalam fungsi sebagai regulator, proses perencanaan pembangunan desa masih didominasi oleh elit desa dan program pembangunan yang dirumuskan sebagian besar masih berorientasi pada pembangunan fisik, sementara program pemberdayaan ekonomi masyarakat masih terbatas. Dalam fungsi sebagai fasilitator, pemerintah desa telah melaksanakan berbagai program bantuan sosial dan pemberdayaan masyarakat, namun program tersebut masih bersifat bantuan konsumtif dan belum mampu mendorong kemandirian ekonomi masyarakat suku asli secara berkelanjutan. Sementara itu, dalam fungsi sebagai katalisator, pemerintah desa masih menghadapi keterbatasan dalam mengembangkan jaringan kolaborasi dengan berbagai pihak eksternal serta dalam mengembangkan inovasi ekonomi lokal berbasis potensi pesisir. Penelitian ini juga menemukan bahwa tingkat partisipasi masyarakat suku asli dalam pembangunan desa masih relatif rendah, baik dalam proses perencanaan pembangunan maupun dalam struktur kelembagaan desa. Rendahnya partisipasi tersebut dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti keterbatasan pendidikan, hambatan komunikasi, rendahnya kepercayaan diri untuk terlibat dalam forum formal, serta pengalaman marginalisasi historis yang menyebabkan masyarakat suku asli sering kali berada pada posisi sebagai objek pembangunan. Selain itu, implementasi pendekatan tata kelola ko-kreasi dalam pembangunan desa juga masih menghadapi berbagai tantangan yang meliputi hambatan struktural, kultural, dan kapasitas kelembagaan pemerintah desa. Berdasarkan temuan penelitian, diperlukan transformasi tata kelola pembangunan desa melalui penerapan model ko-kreasi berbasis kearifan lokal yang menempatkan masyarakat suku asli sebagai mitra strategis pemerintah desa dalam proses pembangunan. Model ini menekankan kolaborasi multi-aktor, integrasi kearifan lokal dalam pengelolaan sumber daya pesisir, penguatan partisipasi masyarakat dalam seluruh tahapan pembangunan, serta pengembangan inovasi ekonomi berbasis potensi lokal. Dengan penerapan model tata kelola ko-kreasi tersebut, diharapkan pembangunan desa dapat berlangsung secara lebih inklusif, partisipatif, dan berkelanjutan sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan sosial ekonomi masyarakat suku asli di Kecamatan Bantan Kabupaten Bengkalis.</p> Muthu Saily, Sujianto Sujianto, Muchid Muchid, Auradian Marta Copyright (c) 2026 Muthu Saily, Sujianto Sujianto, Muchid Muchid, Auradian Marta http://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://ejournal.uniks.ac.id/index.php/ProsidingUniks/article/view/5446 Mon, 30 Mar 2026 13:41:35 +0700 Strategi Peningkatan Pelayanan dan Infrastruktur Transportasi Laut (Studi Roro Air Putih–Sungai Selari Kabupaten Bengkalis) https://ejournal.uniks.ac.id/index.php/ProsidingUniks/article/view/5447 <p>Transportasi laut merupakan salah satu sarana penting dalam mendukung mobilitas masyarakat serta distribusi barang di wilayah kepulauan. Kabupaten Bengkalis sebagai daerah yang sebagian wilayahnya dipisahkan oleh perairan sangat bergantung pada transportasi penyeberangan kapal Roll On Roll Off (RoRo) yang menghubungkan Pelabuhan Air Putih di Pulau Bengkalis dengan Pelabuhan Sungai Selari di Pulau Sumatera. Namun demikian, pelayanan penyeberangan pada lintasan tersebut masih menghadapi berbagai permasalahan seperti keterbatasan armada kapal, lamanya waktu tunggu penyeberangan, penumpukan kendaraan di area pelabuhan, serta kondisi infrastruktur yang belum sepenuhnya memadai. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi pelayanan dan infrastruktur transportasi laut serta merumuskan strategi peningkatan pelayanan penyeberangan RoRo Air Putih–Sungai Selari Kabupaten Bengkalis. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan penelitian berjumlah 18 orang yang terdiri dari Kepala Dinas Perhubungan, Kepala UPT RoRo, pengelola kapal, pengguna jasa RoRo, petugas loket, petugas lapangan, serta masyarakat sekitar pelabuhan. Teknik pemilihan informan dilakukan menggunakan purposive sampling. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan software NVivo 12 Plus melalui tiga tahapan analisis yaitu open coding, axial coding, dan selective coding. Untuk memastikan keabsahan data, penelitian ini menggunakan teknik triangulasi sumber, triangulasi teknik, dan triangulasi waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas pelayanan penyeberangan RoRo Air Putih–Sungai Selari masih belum optimal. Permasalahan utama yang ditemukan adalah keterbatasan jumlah armada kapal yang beroperasi sehingga menyebabkan lamanya waktu tunggu kendaraan yang akan menyeberang. Kondisi ini mengakibatkan terjadinya penumpukan kendaraan di area pelabuhan serta menimbulkan kerugian ekonomi bagi pelaku usaha logistik. Selain itu, kondisi infrastruktur pelabuhan seperti dermaga, area parkir kendaraan, serta fasilitas penunjang pelayanan masih belum memadai untuk menampung peningkatan jumlah pengguna jasa penyeberangan. Tingkat kepuasan pengguna jasa terhadap pelayanan penyeberangan juga masih tergolong rendah, terutama terkait dengan ketidakpastian jadwal keberangkatan kapal dan lamanya antrean kendaraan. Berdasarkan hasil analisis penelitian, strategi peningkatan pelayanan dan infrastruktur transportasi laut pada lintasan RoRo Air Putih–Sungai Selari meliputi penambahan armada kapal penyeberangan untuk meningkatkan kapasitas pelayanan, peningkatan dan pengembangan infrastruktur pelabuhan seperti dermaga dan area parkir kendaraan, pengembangan sistem pelayanan berbasis teknologi melalui penerapan sistem tiket elektronik serta penyediaan informasi jadwal keberangkatan kapal secara digital, serta peningkatan koordinasi antara pemerintah daerah, operator kapal, dan pengelola pelabuhan. Implementasi strategi tersebut diharapkan dapat meningkatkan kualitas pelayanan transportasi penyeberangan sehingga mampu mendukung mobilitas masyarakat dan aktivitas ekonomi di Kabupaten Bengkalis secara lebih efektif dan efisien.</p> Amiruddin Husaini, Seno Andri, Harapan Tua, Maryani Maryani Copyright (c) 2026 Amiruddin Husaini, Seno Andri, Harapan Tua, Maryani Maryani http://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://ejournal.uniks.ac.id/index.php/ProsidingUniks/article/view/5447 Mon, 30 Mar 2026 00:00:00 +0700 Penguatan Literasi Digital Perempuan Fatayat Melalui Pelatihan Desain Grafis dan Video Kreatif https://ejournal.uniks.ac.id/index.php/ProsidingUniks/article/view/5288 <p>Perkembangan media digital menuntut organisasi perempuan seperti Fatayat NU Taman untuk mampu beradaptasi dan memanfaatkan teknologi sebagai sarana dakwah yang efektif. Aktivitas dakwah kini tidak hanya berlangsung di ruang-ruang majelis, tetapi juga di platform digital yang menjangkau audiens lebih luas. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan literasi digital yang praktis dan aplikatif, khususnya dalam pembuatan konten dakwah yang menarik, mudah dipahami, dan relevan. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat kapasitas anggota Fatayat NU Taman dalam mengelola konten kreatif untuk mendukung dakwah digital. Pelatihan dilaksanakan oleh dosen dan mahasiswa Program Studi Desain Komunikasi Visual (DKV) Universitas Maarif Hasyim Latif (UMAHA) pada 9 November 2025 di MI As-Shomadiyyah Bebekan, Taman, Sidoarjo, dengan melibatkan 50 peserta dari seluruh ranting Fatayat NU. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan <em>participatory training </em>melalui penyampaian materi, demonstrasi, dan praktik langsung. Aplikasi Canva digunakan untuk desain grafis, sedangkan CapCut digunakan untuk editing video, karena keduanya mudah diakses dan relevan dengan kebutuhan peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kemampuan peserta dalam memahami prinsip dasar desain grafis dan mengoperasikan aplikasi desain serta editing video. Peserta mampu menghasilkan poster digital dan video pendek yang layak digunakan untuk publikasi kegiatan organisasi. Kegiatan ini juga berdampak pada peningkatan kapasitas kader Fatayat dalam memanfaatkan media digital untuk dakwah, penguatan organisasi, dan penyebaran informasi.</p> Muhammad Syarif Hidayatulloh, Faiz Miftahul Huda Copyright (c) 2026 Muhammad Syarif Hidayatulloh, Faiz Miftahul Huda http://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://ejournal.uniks.ac.id/index.php/ProsidingUniks/article/view/5288 Fri, 30 Jan 2026 15:22:13 +0700