Strategi Ekonomi Keluarga dalam Pemenuhan Kebutuhan Gizi Balita untuk Mencegah Stunting di Desa Marubun Jaya, Kecamatan Tanah Jawa, Kabupaten Simalungun
Abstract
Stunting masih menjadi masalah gizi kronis di Kabupaten Simalungun, dan salah satu faktor yang melatarbelakanginya adalah keterbatasan kemampuan ekonomi keluarga dalam menyediakan pangan bergizi bagi balita. Kegiatan pengabdian ini bertujuan memperkuat strategi ekonomi keluarga dalam pemenuhan kebutuhan gizi balita untuk mencegah stunting di Desa Marubun Jaya, Kecamatan Tanah Jawa, Kabupaten Simalungun. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif yang terdiri atas lima tahap, yaitu asesmen kebutuhan, edukasi gizi dan pengelolaan keuangan keluarga, pelatihan pemanfaatan pekarangan, pelatihan pengolahan makanan pendamping ASI (MP-ASI) berbasis pangan lokal, serta pendampingan dan evaluasi dengan pre-test dan post-test. Sasaran kegiatan adalah ibu balita dan kader posyandu. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan ibu dalam menyusun anggaran belanja pangan, memilih bahan pangan bergizi yang terjangkau, mengolah MP-ASI dari pangan lokal, serta memanfaatkan pekarangan sebagai sumber pangan tambahan keluarga. Kegiatan ini juga mendorong tumbuhnya gagasan usaha rumah tangga dan tabungan gizi keluarga sebagai penopang belanja pangan balita. Simpulan kegiatan ini adalah bahwa pemenuhan gizi balita tidak cukup diatasi melalui edukasi gizi semata, tetapi perlu dipadukan dengan penguatan ketahanan pangan dan ekonomi keluarga secara berkelanjutan dengan dukungan pemerintah nagori, kader posyandu, dan tenaga kesehatan
Downloads
References
UNICEF, WHO, and World Bank Group, Levels and Trends in Child Malnutrition: UNICEF/WHO/World Bank Group Joint Child Malnutrition Estimates, Key Findings of the 2023 Edition. Geneva, Switzerland: World Health Organization, 2023.
Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan, Kementerian Kesehatan RI, “SSGI 2024: Prevalensi stunting nasional turun menjadi 19,8%,” Jakarta, Indonesia, 26 Mei 2025. [Online]. Available: https://www.badankebijakan.kemkes.go.id/ssgi-2024
H. Masthalina and T. H. Doloksaribu, “Household social context and health behaviors influencing child stunting: Insights from North Sumatra, Indonesia,” African Journal of Food, Agriculture, Nutrition and Development, vol. 25, no. 6, pp. 27122–27141, 2025.
D. O. Ginting, Z. Lubis, and E. Sudaryati, “Hubungan pengetahuan, sikap dan tindakan dengan kejadian stunting pada anak usia 2–5 tahun di Kabupaten Simalungun,” MAHESA: Malahayati Health Student Journal, vol. 4, no. 6, pp. 2431–2445, 2024, doi: 10.33024/mahesa.v4i6.14569.
Pemerintah Kabupaten Simalungun, “Targetkan prevalensi stunting 14%, Pemkab Simalungun gelar aksi konvergensi TP3S,” PPID Kabupaten Simalungun, Pamatang Raya, Indonesia, 21 Agu. 2025. [Online]. Available: https://ppid.simalungunkab.go.id/storage/dokumen/VB0TzAdk1QWdbzeLhCFfWmHHl0hapWS7bN0Kjwsj.pdf
A. Sadiq, I. Telisa, D. K. Sari, T. Friantini, and H. Hasyim, “Determinant factors of stunting incidence in Muara Enim Regency, South Sumatra Province,” International Journal of Public Health Science, vol. 12, no. 3, pp. 1093–1101, 2023, doi: 10.11591/ijphs.v12i3.22906.
N. L. Syarifah and S. Sumarmi, “Hubungan karakteristik keluarga dan tingkat ketahanan pangan rumah tangga dengan kejadian stunting pada balita (studi di wilayah kerja Puskesmas Singgahan, Kabupaten Tuban),” Media Gizi Kesmas, vol. 13, no. 1, pp. 241–248, 2024, doi: 10.20473/mgk.v13i1.2024.241-248.
D. S. Yanti, S. Sumardiyono, and K. Kusnandar, “The relationship between household food security and incidence of stunting in toddlers during the new normal: A systematic review,” Epidemiology and Society Health Review, vol. 5, no. 1, pp. 51–59, 2023, doi: 10.26555/eshr.v5i1.7279.
R. Rahmawati, “Analisis faktor penentu ketahanan pangan pada balita stunting di Kota Palu,” Ghidza Media Jurnal, vol. 6, no. 2, pp. 119–134, 2025, doi: 10.30587/ghidzamediajurnal.v6i2.10728.
P. F. Wiliyanarti et al., “Optimalisasi edukasi MP-ASI dan pemberdayaan ekonomi warga dalam mendukung pencegahan stunting di Desa Tanjung Pademawu Pamekasan,” Humanism: Jurnal Pengabdian Masyarakat, vol. 7, no. 2, pp. 177–199, 2026, doi: 10.30651/hm.v7i2.33673.
D. C. D. Gunawan and E. D. Lustiyati, “Pemanfaatan kebun pangan lokal untuk meningkatkan ketahanan pangan keluarga dan mencegah stunting,” PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat, vol. 9, no. 7, pp. 1205–1210, 2024, doi: 10.33084/pengabdianmu.v9i7.6696.
H. Khotimah et al., “Penguatan keanekaragaman pangan berbasis kearifan lokal sebagai upaya mencegah stunting pada balita,” Jurnal Pengabdian pada Masyarakat, vol. 8, no. 4, pp. 925–933, 2023.
P. Hapitria, N. Nurlina, and L. Lisnawati, “Pemanfaatan bahan pangan lokal untuk pencegahan stunting di Kelurahan Argasunya, Kota Cirebon,” Jurnal EMPATI: Edukasi Masyarakat, Pengabdian dan Bakti, vol. 5, no. 2, pp. 86–98, 2024, doi: 10.26753/empati.v5i2.1331.
I. Imtihan et al., “Pelatihan diversifikasi produk olahan ikan lele sebagai alternatif usaha untuk meningkatkan pendapatan di Kecamatan Koto Tangah Kota Padang,” Jurnal Abdimas ADPI Sosial dan Humaniora, vol. 4, no. 1, pp. 525–533, 2023, doi: 10.47841/jsoshum.v4i1.284.
Mitra, Nurlisis, and N. Rany, “Pelatihan penyusunan menu dan pengolahan pangan berbasis kearifan lokal pada ibu menyusui dalam pencegahan stunting,” Jurnal Abdi Mas Adzkia, vol. 4, no. 1, pp. 154–166, 2023.
N. E. O. Aditia et al., “Factors associated with stunting in children under five years,” Jurnal Kesehatan Komunitas, vol. 9, no. 1, pp. 122–131, 2023.
F. J. Prihatini, K. Achyar, and I. R. Kusuma, “Faktor-faktor yang mempengaruhi ketidakberhasilan ASI eksklusif pada ibu menyusui,” Jurnal Riset Kesehatan Masyarakat, vol. 3, no. 4, pp. 184–191, 2023, doi: 10.14710/jrkm.2023.18811.
L. Rochmawati, I. Kuswanti, and F. Melina, “Edukasi dan pemantauan pertumbuhan pada balita sebagai upaya deteksi dini risiko stunting melalui pendampingan di posyandu,” Pengabdian Masyarakat Cendekia (PMC), vol. 2, no. 2, pp. 48–51, 2023, doi: 10.55426/pmc.v2i2.255.
Copyright (c) 2026 Melani Rusli, Salsabila Rahma, Salamuddin Salamuddin

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
This is an open-access article distributed under the terms of the Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License which permits unrestricted use, distribution, and reproduction in any medium. Users are allowed to read, download, copy, distribute, search, or link to full-text articles in this journal without asking by giving appropriate credit, provide a link to the license, and indicate if changes were made. All of the remix, transform, or build upon the material must distribute the contributions under the same license as the original.







_-_Google_Scholar.png)
