KUALITAS ORGANOLEPTIK SUSU KAMBING PASTEURISASI DENGAN PENAMBAHAN KAYU SECANG (Caesalpinia Sappan L.) DENGAN BERBAGAI LAMA PENYIMPANAN

  • Zelki Magfiro Putra Zelki Universitas Islam Kuantan Singingi
  • Yoshi Lia Anggrayni Universitas Islam Kuantan Singingi
  • Mahrani Universitas Islam Kuantan Singingi
Keywords: uji organoleptik, pasteurisasi, kayu secang, susu kambing

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan kayu secang dengan penyimpanan berbeda terhadap kualitas organoleptik susu kambing pasteurisasi. Penelitian ini telah dilaksanankan pada bulan November 2020 sampai bulan Januari 2021 bertempat di Laboratorium Dasar Fakultas Pertanian Universitas Islam Kuantan Singingi, Teluk Kuantan. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan analisis data sensori uji ranking dengan 4 perlakuan yaitu A0: penyimpanan 0 hari (kontrol), A1: penyimpanan 3 hari, A2: penyimpanan 6 hari, A3: penyimpanan 9 hari. Parameter yang diamati adalah uji organoleptik yang terdiri dari warna, aroma, rasa dan tingkat kesukaan. Hasil penilaian menunjukkan bahwa penambahan kayu secang terhadap susu kambing pasteurisasi berpengaruh sangat nyata (P>0,01) terhadap warna, aroma, rasa dan tingkat kesukaan pada susu kambing pasteurisasi. Perlakuan terbaik dari penelitian warna pada perlakuan A1 yaitu dengan lama penyimpanan 3 hari. Nilai rata-rata (lama penyimpanan 3 hari) terhadap warna yaitu 1,83. Sedangkan nilai terbaik dari penilaian aroma, rasa, dan tingkat kesukaan pada pelakuan A2 (penyimpanan 6 hari) dengan nilai rata-rata 1,77, 2,00, dan 1,63. Perlakuan terbaik dari seluruh parameter yang diamati pada penelitian ini diperoleh pada perlakuan A2 (penyimpanan 6 hari).

Downloads

Download data is not yet available.

References

Adawiyah, D.R., Lioe, H.N., Faridah, D.N., Kristie, A., dan Weningtas, H. (2008). Laporan Akhir Tahun Kopigmentasi Brazilein Kayu Secang (Caesalpinia sappan L.) dalam Upaya Meningkatkan Spektrum Stabilitas sebagai Pewarna Alami untuk Produk Pangan. Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat. Institut Pertanian Bogor.

Direktorat jenderal peternakan dan kesehatan hewan. 2018.statistik peternakan dan kesehatan hewan. Jakarta

Fadliah, M. 2014. Kualitas organoleptik dan pertumbuhan bakteri pada susu pasteurisasi dengan penambahan kayu secang (Caesalpinia sappan L.). selama penyimpanan. Skripsi. Fakultas Peternakan. Universitas Hasanudin. Makasar.

Hariyadi, P. 2000. Dasar dasar Teori dan Praktek Proses Termal. Pusat Studi Pangan dan Gizi IPB. Bogor.

Hariana, A. 2006. Tumbuhan Obat dan Khasiatnya. Depok : Niaga Swadaya.

Indriani, H. 2003. Stabilitas Pigmen Alami Kayu Secang (Caesalpinia sappan L) dalam Model Minuman Ringan. Skripsi. Institut Pertanian Bogor, Bogor.

Kartika, B., P. Hastuti, dan W. Supartono. 1988. Pedoman Uji Inderawi Bahan Pangan. Pusat antar Universitas Pangan dan Gizi Universitas Gadja Mada. Yogyakarta.

Lamothe, S., Robitaille, G., St-Gelais, D., Britten, M. 2007. Short communication: extraction of beta-casein from goat milk. Journal of Dairy Science. 90:5380–5382.

Leni, H. A. 2013. Teknologi pengamatan pangan. Bandung: alfa Beta.

Nurwantoro. 2009. Bahan Ajar Dasar teknologi Hasil Ternak. Fakultas Peternakan, Universitas Diponegoro. Semarang.

Padmaningrum, R. T., S. Marwati, dan A. Wiyarsi. 2012. Karakteristik ekstrak zat warna kayu secang (Caesalpinia sappan L) sebagai indikator titrasi asam basa. Prosiding Seminar Nasional Penelitian, Pendidikan dan Penerapan MIPA. Fakultas MIPA., Universitas Negeri Yogyakarta. Yogyakarta.

Park, Y.W., Ju, M., Ramos, M., Haenlein, G.F.W. 2007. Physico-chemical characteristics of goat and sheep milk. Small Ruminant Research. 68: 88–113.

Pestariati. 2008. Pengaruh Lama Penyimpanan Daging Ayam pada Suhu

Refrigator terhadap Jumlah Total Kuman, Salmonella sp, Kadar Protein

dan Derajat Keasaman. Jurnal Biosains Pascasarjana. Program

Pascasarjana Universitas Airlangga. Surabaya.

Rina O., Y.R. Widodo dan Ansori, 2012. Kajian Penggunaan Ekstrak Kayu

Secang (Caesalpinia sappan) pada Berbagai Matriks Bahan Pangan berbasis Pati. Laporan Penelitian. Politeknik Negeri Lampung.

Setyaningsih D, Apriyantono A, Sari MP. 2010. AnalisisSensoriuntuk Industri Pangan dan Agro. Bogor : IPB. Pes.

Silanikove N, Leitner G, Merin U, Prosser CG. 2010. Recent advances in exploiting goat‟s milk: Quality, safety and production aspects. Small Rumin Res 89: 110–124.

Suardana, I.W, dan I.B.N Swacita, 2009. Higiene Makanan. Kajian Teori dan

Prinsip Dasar. Udayana University Press. ISBN 978-979-8286-76-6.

Valik L., F. Gorner, and D. Laukova. 2003. Growth Dynamics of Bacillus cereus and Shelf-Life of Pasteurised Milk. Czech Journal Food Science.. 21: 195–202.

Widowati, W. 2011. Uji fitokimia dan potensi antioksidan ekstrak etanol kayu secang (Caesalpinia sappanL.). Jurnal Kedokteran Maranatha, 11 (1) : 23 –31.

Winarno, FG. 2002. Kimia Pangan dan Gizi. Gramedia. Jakarta.

Published
2026-05-26
Abstract viewed = 7 times
pdf downloaded = 2 times